kingsheadwye.com

Menko PM ajak influencer manfaatkan media sosial untuk pemberdayaan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar mengajak para influencer/pemengaruh memanfaatkan pengaruh mereka di media sosial untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

"Para influencer ini menjadi kekuatan baru. Saya sangat berharap kita bisa berkolaborasi dan menjadi bagian integral dari pemberdayaan masyarakat," ujar Menko Muhaimin Iskandar saat acara dialog dengan Putri Hijabfluencer Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, influencer memiliki kekuatan untuk membangun percakapan, menggerakkan komunitas, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang memberi dampak nyata.

Ia menilai para influencer tidak hanya memiliki jangkauan luas di media sosial, tetapi juga dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kemandirian masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Negara memiliki dua kekuatan yang perlu berjalan bersama, yakni pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah memiliki kebijakan dan anggaran, sementara masyarakat memiliki potensi, kreativitas, jejaring, serta kemampuan untuk menggerakkan perubahan dari bawah.

"Negara ini ada dua kekuatan, satu kekuatan pemerintah dan yang kedua kekuatan masyarakat. Mengandalkan kekuatan masyarakat saja tidak mungkin, mengandalkan kekuatan pemerintah saja juga sudah tidak mungkin. Karena itu, jawabannya adalah ruang kolaborasi," kata Muhaimin Iskandar.

Kemenko PM menjalankan fungsi koordinasi untuk menyambungkan berbagai kekuatan tersebut.

Kolaborasi dilakukan lintas kementerian dan badan, namun pemberdayaan masyarakat tidak terbatas pada pemerintah. Dunia usaha, industri, komunitas, dan masyarakat luas juga memiliki ruang untuk terlibat.

"Kemenko ini tugasnya menyambungkan, mempertemukan, kerja sama, membangun networking dengan semua pihak," ujar Muhaimin Iskandar.

Ia melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang memiliki ruang kolaborasi luas.

Kreativitas masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda, dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian.

Menurut dia, kekuatan media sosial dapat menjadi pengungkit bagi proses tersebut.

Konten yang dibuat para influencer dapat digunakan untuk mengenalkan produk lokal, mengangkat potensi daerah, menyebarkan pengetahuan, serta mendorong masyarakat untuk berani berkarya dan mengembangkan usaha.