Menkomdigi: HUT ke-81 RI momentum perkuat kolaborasi insan Kemkomdigi
Menkomdigi: HUT ke-81 RI momentum perkuat kolaborasi insan Kemkomdigi
Kamis, 6 Agustus 2026 16:44 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid bersama Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria, dan Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail memimpin acara Komdigi Karnaval 2026 di Lapangan Anantakupa, Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis, (6/8/2028). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi membentuk persatuan antar insan di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Bertepatan dengan selebrasi kemerdekaan RI yang memiliki semangat nilai gotong royong, Meutya mengatakan kolaborasi antar insan Kemkomdigi menjadi dasar yang penting agar pelayanan publik untuk masyarakat bisa semakin optimal.
"Kemerdekaan lahir dari persatuan. Target utama seluruh rangkaian kegiatan ini adalah membangun rasa kebersamaan. Kita tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat. Tanpa persatuan, Indonesia tidak akan pernah merdeka," ujar Meutya saat membuka rangkaian Komdigi Karnaval 2026 di Jakarta, Kamis.
Meutya mengatakan sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kemerdekaan lahir dari persatuan dan karenanya sebagai lembaga yang bekerja untuk melayani masyarakat maka hal ini harus menjadi fondasi budaya kerja di Kemkomdigi.
Ia meminta setiap unit kerja yang ada harus meninggalkan ego sektoral, dengan demikian sinergi untuk melayani publik dengan optimal dapat tercipta sebagai tujuan bersama.
Menurut Menkomdigi semangat persatuan tidak boleh berhenti sebagai slogan semata tapi harus diwujudkan dalam kolaborasi nyata saat menjalankan setiap program dan kebijakan.
Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan menjadi teladan dalam membangun kerja sama lintas unit agar organisasi bergerak lebih efektif, adaptif, dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
"Setelah bersatu, kita harus bekerja sama. Kemerdekaan dibangun dan dijaga melalui kerja sama. Ini menjadi tanggung jawab seluruh pimpinan untuk memberi contoh kepada timnya," katanya.
Meutya juga mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia mempertahankan kemerdekaan hingga memasuki usia ke-81 merupakan hasil kerja keras yang tidak pernah berhenti. Semangat itu, menurutnya, harus tercermin dalam etos kerja setiap insan Kemkomdigi.
Ia meminta seluruh pegawai tetap bekerja secara profesional, memberikan hasil terbaik, dan tidak berkecil hati apabila kontribusinya tidak selalu terlihat di ruang publik.
"Kerja keras tanpa pamrih akan selalu memiliki arti. Jangan khawatir, kerja keras Bapak dan Ibu akan tercatat dengan baik dan menjadi perhatian pimpinan," ujarnya.
Dengan hadirnya Komdigi Karnaval 2026, Meutya berharap insan Kemkomdigi dapat saling mempererat komunikasi, membangun kekompakan, dan memperkuat budaya organisasi di tengah proses transformasi Kemkomdigi.
Menurutnya, kompetisi yang sehat justru dapat mendorong lahirnya inovasi dan meningkatkan kualitas organisasi, selama tetap dilandasi semangat persatuan.
"Kompetisi itu baik. Namun kompetisi harus berujung pada persatuan, bukan saling menjatuhkan. Siapa pun yang menang adalah kemenangan Komdigi," kata Meutya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Mari bekerja dengan gembira. Semoga semangat kebersamaan yang kita bangun hari ini menjadi bekal untuk menghasilkan karya, inovasi, dan pelayanan publik yang semakin baik," Meutya menutup pernyataannya.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026