kingsheadwye.com

Menkum buka peluang anggota Paskibraka Nasional jadi bagian Kemenkum - ANTARA News Ambon, Maluku

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas membuka peluang bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 untuk melanjutkan pengabdian melalui pendidikan kedinasan di lingkungan Kementerian Hukum.

Ia menegaskan Kemenkum membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Saya mengundang adik-adik anggota Paskibraka nanti untuk bisa ikut seleksi dalam penerimaan mahasiswa kedinasan Politeknik Kementerian Hukum Republik Indonesia,” ujar Supratman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan ajakan tersebut menjadi peluang bagi para anggota Paskibraka untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berkontribusi dalam bidang hukum dan pelayanan publik.

Dikatakan bahwa Kemenkum membutuhkan berbagai talenta yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta sikap patriotisme.

"Itu yang paling penting, di luar kemampuan soal intelektual dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurutnya, integritas, wawasan kebangsaan, dan patriotisme merupakan fondasi penting dalam membangun aparatur dan sumber daya manusia yang mampu menjalankan tugas secara profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menkum pun telah menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaannya kepada seluruh anggota Paskibraka Nasional melalui acara makan malam bersama di Jakarta, Rabu (19/8).

Dalam kesempatan itu, ia mengaku turut menyaksikan langsung prosesi pengibaran dan penurunan bendera di Istana dan merasakan kebanggaan atas keberhasilan para anggota Paskibraka menjalankan tugas.

“Jujur, saya hadir di Istana menyaksikan pelaksanaan pengibaran bendera dan penurunan bendera kita. Saya terharu atas keberhasilan adik-adik sekalian,” ujar Menkum.

Menurut Supratman, keberhasilan menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris.

Lebih dari itu, dia melanjutkan, proses pembinaan Paskibraka membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada negara.

Pesan serupa disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan latar belakang sebagai mantan Paskibra, Abdul menilai pengalaman menjadi bagian dari Paskibraka merupakan bekal penting dalam membangun karakter kepemimpinan.

Menurutnya, Paskibraka mengajarkan bagaimana bekerja dalam sebuah tim sekaligus memahami tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

“Di Paskibraka ini dilatih membentuk tim dan dilatih menjadi pemimpin. Belajar jadi pasukan, belajar jadi komandan, dan harus tertib. Nilai-nilai itu saya kira penting,” kata Abdul.

Nilai kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Adapun sebanyak 76 anggota Paskibraka Nasional Tahun 2026 mendapat apresiasi khusus dari Menkum untuk mengikuti makan malam bersama di Graha Pengayoman Kemenkum, yang sekaligus menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pengayoman Ke-81.

Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan nilai kepemimpinan sekaligus membuka kesempatan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Melalui kegiatan itu, Kemenkum menunjukkan komitmennya untuk ikut mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi bagi Indonesia.

Malam kebersamaan tersebut tidak hanya sekadar menjadi ajang silaturahim. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan para anggota Paskibraka Nasional dalam menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.