Menperin minta pemenuhan komitmen investasi Rp21,2 T program LCEV
Realisasi investasi program LCEV telah melampaui Rp5,5 triliun dari total komitmen sebesar Rp21,2 triliun
Tangerang, Banten (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pelaku industri otomotif segera memenuhi komitmen investasi senilai Rp21,2 triliun dalam Program Kendaraan Bermotor Emisi Karbon Rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV).
Agus dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Kamis, mengatakan, program LCEV yang dijalankan sejak 2021 telah menunjukkan hasil yang positif bagi pengembangan industri otomotif nasional.
Hasil nyatanya 16 perusahaan perakitan kini didukung oleh 322 pemasok komponen dalam negeri, angka ini tumbuh 127 persen sejak program dimulai, serta penyerapan 195 ribu tenaga kerja langsung.
Selain itu, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi juga terus meningkat, dengan rata-rata telah berada pada kisaran 40 hingga 46 persen, bahkan satu model telah mencapai 80 persen
Meski demikian, Menperin Agus menegaskan realisasi investasi masih perlu dipercepat, mengingat hingga saat ini, investasi yang terealisasi baru Rp5,5 triliun dari total komitmen sebesar Rp21,2 triliun.
"Realisasi investasi program LCEV telah melampaui Rp5,5 triliun dari total komitmen sebesar Rp21,2 triliun. Saya menghargai capaian tersebut. Namun izinkan saya juga menyampaikan secara terbuka bahwa kita semua, kami semua menunggu komitmen Rp21,2 triliun tersebut bisa terwujud," katanya
Oleh karena itu, pemerintah menyampaikan tiga permintaan kepada seluruh agen pemegang merek (APM) dan pelaku industri otomotif.
"Pertama, percepat realisasi komitmen investasi yang telah bapak dan ibu sampaikan di awal. Kedua, perdalam rantai pasok hingga ke pemasok lapis kedua dan lapis ketiga, karena di sanalah ketahanan industri sesungguhnya diuji. Ketiga, jadikan Indonesia sebagai basis produksi dan basis ekspor bagi kawasan bukan sekadar pasar yang besar," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi jangka panjang, Menperin menegaskan pemerintah akan terus menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan.
"Sebagai imbal baliknya, Pemerintah akan menjaga hal yang paling dibutuhkan oleh setiap keputusan investasi jangka panjang, yaitu kepastian dan konsistensi kebijakan," ucap dia
Pihaknya akan terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan pemantauan secara berkala bukan untuk mengawasi, melainkan untuk memastikan setiap komitmen memiliki jalan untuk diwujudkan.
Baca juga: Menperin sebut RI berpindah dari pasar ke basis produksi otomotif
Baca juga: Pemerintah tak posisikan teknologi otomotif saling berlawanan
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.