kingsheadwye.com

Menteri Arifah ajak Perkhin perkuat pemberdayaan perempuan melalui RBI

Menteri Arifah ajak Perkhin perkuat pemberdayaan perempuan melalui RBI

Senin, 21 September 2026 14:24 WIB

Image Print

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak Perempuan Konghucu Indonesia (Perkhin) untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi dalam gerakan Ruang Bersama Indonesia (RBI).

"RBI diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak di tingkat akar rumput melalui pendekatan yang berbasis kearifan lokal," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya pada peringatan HUT Perkhin ke-24 di Bogor, Jawa Barat.

Pihaknya mengapresiasi konsistensi Perkhin yang selama ini aktif mendukung berbagai upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta aksi-aksi kemanusiaan pada berbagai situasi darurat dan bencana.

Menurut Arifah Fauzi, komitmen tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus didorong KemenPPPA dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Salah satu upaya yang saat ini menjadi prioritas adalah melalui gerakan RBI. Salah satu implementasi RBI yang terus dikembangkan KemenPPPA adalah Kebun Pangan Perempuan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Program tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Menteri Arifatul Choiri Fauzi menilai jejaring Perkhin yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi modal sosial yang kuat untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Kami berharap Perkhin terus menjadi mitra kolaborasi dalam memperkuat implementasi RBI, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh perempuan, anak dan keluarga Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPP Perkhin, Suryani menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi lintas iman, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Persoalan perempuan dan anak membutuhkan kerja bersama. Sinergi antar-pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput," ujar Suryani.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026