kingsheadwye.com

Menteri ATR Nusron Wahid Minta STPN Sleman Pertahankan Tradisi Dialektika Berpikir

matamata.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik, khususnya di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nusron meminta civitas akademika tidak segan membuka ruang diskusi dengan mengundang berbagai pihak yang kritis terhadap pemerintah maupun kebijakan kementerian.

"Tradisi dialektika berpikir tidak boleh mati di mana pun kita berada. Sebagai insan akademik di kampus ini, meskipun kampus ini adalah sekolah semi-kedinasan, saya minta untuk tidak segan-segan mengundang berbagai tokoh dari level mana pun yang sifatnya kritik dan kritis terhadap negara," kata Nusron saat memberikan kuliah umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Jumat (4/9).

Ia menjelaskan, perbedaan pemikiran justru dapat memperkaya wawasan apabila setiap pihak diberikan ruang untuk saling bertukar gagasan. Menurutnya, pertukaran pendapat akan menjadikan insan akademik kaya akan perspektif.

Kuliah umum bertajuk "Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan" tersebut turut menghadirkan pengamat politik Rocky Gerung sebagai narasumber.

Di hadapan lebih dari 500 taruna dan taruni STPN, Rocky memaparkan pentingnya sanggahan dalam perdebatan akademik serta penguatan pendekatan filosofis untuk membongkar akar konsep pertanahan.

Ia merinci tiga sudut pandang pengelolaan tanah: masyarakat adat yang memandang tanah sebagai nilai magis dan warisan leluhur, negara yang melihat tanah memiliki fungsi sosial melalui regulasi hukum, serta korporasi yang memandang tanah sebagai komoditas bisnis.

"Pikiran, kuliah umum, kalau tidak ada yang bantah, dia jadi doa. Doa tidak boleh dibantah, pikiran harus dibantah. Itu bedanya," ujar Rocky. (Antara)