Misteri Apple Absen di Pertemuan Trump dengan Bos Teknologi
Washington -
Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumpulkan eksekutif perusahaan-perusahaan teknologi terkuat di Gedung Putih hari Selasa waktu setempat untuk membahas masa depan kecerdasan buatan (AI), satu perusahaan secara mencolok tidak hadir: Apple.
Baik Chairman Tim Cook maupun penerusnya sebagai CEO, John Ternus, tidak hadir, sementara para pemimpin dari setiap perusahaan teknologi kapitalisasi raksasa lainnya makan siang bersama Trump. Apple tidak menanggapi pertanyaan CNBC mengenai pertemuan tersebut, begitu pula dengan pihak Gedung Putih.
Media sosial ramai dengan spekulasi Apple tidak diundang karena tertinggal dalam AI. CEO Altimeter Capital, Brad Gerstner, menyebut ketidakhadiran Apple bukan masalah besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jamin mereka sangat memahami semua hal ini, dan saya rasa mereka menyetujui semuanya," ujar Gerstner yang dikutip detikINET dari CNBC.
Sebagai wajah publik Apple di hadapan para pejabat pemerintah, Cook berada di Gedung Putih kurang dari seminggu lalu ketika ia menghadiri jamuan kenegaraan Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
Cook mengundurkan diri sebagai CEO Apple bulan September dan menyerahkan tongkat kepemimpinan ke Ternus. Cook masih akan menangani hubungan dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia sebagai executive chairman.
Cook menjaga hubungan baik dengan Trump. Ia melakukan lebih dari 10 penampilan publik di berbagai acara pada masa jabatan kedua Trump, termasuk pelantikan Trump, di Ruang Oval, dan di jamuan makan malam kenegaraan di berbagai benua. Ia juga menghadiri pemutaran film Melania di Gedung Putih.
Pendekatan yang berbeda
Gerstner menyebut peserta makan siang tersebut adalah perusahaan-perusahaan yang benar-benar mendorong batas dalam pengembangan model AI. Itu bukanlah Apple.
Model AI internal Apple lebih kecil dan lebih efisien daripada model "perintis" yang dikembangkan perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. Apple Foundation Models sebagian besar dirancang untuk berjalan pada chip milik Apple sendiri di iPhone dan komputer Mac.
Model-model tersebut menjalankan sejumlah fungsi Siri, sementara model milik OpenAI dan Anthropic menggunakan kumpulan chip raksasa Nvidia.
Apple bermitra dengan Google untuk mengembangkan model-modelnya. Pengeluaran modalnya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang diinvestasikan Google, Microsoft, Meta, dan Amazon.
Walau beberapa investor khawatir Apple tertinggal dalam AI, perusahaan tersebut belum lama ini meluncurkan Siri baru yang didukung AI, yang menuai ulasan positif.
Saham Apple naik 22,5% di 2026, mengungguli indeks Nasdaq dan hampir seluruh perusahaan sebaya berkapitalisasi raksasa, selain Nvidia yang juga mencatatkan kenaikan serupa.
Meskipun Apple menggembar-gemborkan kekuatan AI dan peranannya bagi masa depan teknologi, para eksekutif perusahaan sebagian besar absen dari perdebatan mengenai keselamatan atau keselarasan AI, yang menjadi topik utama pada jamuan makan siang Trump.
Tidak ada satu pun petinggi Apple menulis manifesto panjang seperti yang dikeluarkan pihak OpenAI, Anthropic, Meta, Microsoft, dan lainnya.
Cook menyatakan beberapa kali bahwa Apple lebih cenderung memberikan pandangannya secara publik mengenai kebijakan yang bersinggungan dengan perusahaan.
"Jika tidak ada singgungan, jika itu adalah sesuatu di mana kami hanya akan menjadi salah satu suara tambahan di luar sana tanpa membawa perspektif unik, kami takkan mengatakan apapun," ungkap Cook.
(fyk/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA