kingsheadwye.com

Mitos atau Fakta? Diabetes Juga Bisa Berdampak Pada Penglihatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:30 WIB

VIVA – Diabetes selama ini lebih sering dikaitkan dengan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Padahal, ada satu organ penting yang juga rentan mengalami kerusakan akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol, yaitu mata. Sayangnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan ketika penglihatan mulai kabur, padahal kerusakan bisa saja sudah berlangsung sejak lama.

Baca Juga

Lantas, benarkah diabetes dapat memengaruhi penglihatan? Jawabannya adalah fakta. Kondisi ini bahkan dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga sering luput dari perhatian. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes maupun tekanan darah tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diabetes Bisa Merusak Mata Tanpa Gejala

Baca Juga

Para pasien diabetes dan hipertensi diingatkan untuk tidak menunggu hingga penglihatan memburuk sebelum memeriksakan kesehatan mata.

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina, yaitu lapisan peka cahaya yang berada di bagian belakang mata. Sementara itu, tekanan darah tinggi yang berlangsung lama juga dapat mengganggu sirkulasi darah dan merusak struktur mata yang berperan dalam menjaga fungsi penglihatan.

Baca Juga

Yang perlu diwaspadai, proses tersebut sering kali tidak menimbulkan rasa sakit maupun gangguan penglihatan yang jelas. Penderitanya masih dapat membaca, bekerja, mengemudi, hingga menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa meski perubahan pada mata telah dimulai.

“Banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi mungkin belum menyadari bahwa mata juga dapat terdampak,” ujar Dr. Low Jin Rong, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre dengan keahlian subspesialis dalam penanganan glaukoma dan katarak.

“Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti bahwa retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat. Gejala saja tidak cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam mata," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Retinopati Diabetik Sering Baru Disadari Saat Sudah Berkembang

Salah satu komplikasi mata akibat diabetes adalah retinopati diabetik. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah di retina secara bertahap.

Halaman Selanjutnya

Pada fase awal, penderita umumnya tidak merasakan keluhan apa pun. Namun seiring waktu, pembuluh darah yang rusak dapat mengalami kebocoran atau perdarahan sehingga memengaruhi kualitas penglihatan, terutama pada bagian tengah.