Mobil Mewah Mendadak Jadi Barang Haram
Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB
Iran, VIVA - Pemerintah Iran mengambil langkah baru untuk menekan tekanan ekonomi yang sedang dihadapi negaranya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan larangan impor mobil mewah di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.
Baca Juga
Dilansir VIVA dari Gazette, Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu, 30 September 2026, dan dikaitkan dengan upaya pemerintah mengurangi arus keluar mata uang asing. Iran saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, sementara masyarakat juga mulai mempertanyakan tingginya harga kendaraan di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Llarangan tersebut muncul ketika kendaraan mahal justru semakin banyak terlihat di sejumlah kota besar. Mobil-mobil mewah disebut bermunculan di kawasan yang dihuni masyarakat berpenghasilan tinggi.
Baca Juga
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika kondisi ekonomi Iran sedang mengalami tekanan. Terlebih, sejak operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, kondisi ekonomi dan politik negara tersebut semakin mendapat sorotan.
Menariknya, bukan hanya mobil mewah konvensional yang semakin terlihat di jalanan Iran. Kendaraan listrik dan SUV buatan China juga disebut semakin banyak digunakan di sejumlah kota besar.
Baca Juga
Bagi sebagian masyarakat kaya di Iran, mobil mahal bahkan dianggap sebagai salah satu bentuk investasi. Hal ini tidak terlepas dari harga mobil bekas yang cenderung tetap tinggi dan relatif stabil.
Kondisi pasar otomotif Iran sendiri cukup berbeda dibandingkan sejumlah negara lain. Harga mobil di negara tersebut tergolong mahal, bahkan kendaraan berukuran kecil dan model yang berada di kelas entry level dapat dibanderol lebih dari 11.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp180 jutaan.
Angka tersebut menjadi cukup tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan masyarakat. Rata-rata penghasilan bulanan warga Iran disebut hanya berada di kisaran beberapa ratus euro.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi ini membuat kepemilikan mobil baru menjadi semakin sulit bagi sebagian masyarakat. Di sisi lain, kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial justru masih melihat kendaraan sebagai aset yang dapat mempertahankan nilai.
Iran juga memiliki kondisi unik dari sisi harga bahan bakar. Sebagai salah satu negara penghasil minyak dunia, harga bensin di Iran sangat murah. Biayanya hanya beberapa sen dolar AS untuk setiap liter.
Halaman Selanjutnya
Dengan kondisi tersebut, biaya penggunaan kendaraan sebenarnya relatif rendah. Persoalan utama justru berada pada harga kendaraan dan kemampuan masyarakat untuk membelinya.