kingsheadwye.com

Nepal blokir ratusan ribu situs web dan aplikasi terkait judi daring

Kathmandu (ANTARA) - Sekretariat Perdana Menteri Nepal menyatakan bahwa regulator telekomunikasi Nepal telah memblokir lebih dari 200.000 situs web dan aplikasi seluler yang terlibat dalam perjudian daring dan transaksi keuangan ilegal selama Piala Dunia FIFA.

Langkah tersebut sejalan dengan Rencana Aksi Reformasi Tata Kelola 100 Poin yang dikeluarkan pemerintah Nepal pada 26 Maret, yang mencakup berbagai upaya untuk mengekang perjudian daring dan penipuan daring.

"Menyusul pengumuman pada 26 Maret, seluruh situs web perjudian yang beroperasi di Nepal saat itu telah ditutup," ungkap Sekretariat PM dalam sebuah pernyataan, Jumat.

"Meskipun tindakan-tindakan ini telah diambil, situs web perjudian baru terus bermunculan dengan nama yang berbeda. Sejak dimulainya Piala Dunia FIFA tahun ini, Otoritas Telekomunikasi Nepal (Nepal Telecommunications Authority/NTA) telah memblokir sebanyak 223.568 aplikasi dan situs web semacamnya."

Menurut pernyataan tersebut, Kantor PM itu memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, mengantisipasi bahwa penggunaan aplikasi perjudian dapat meningkat selama gelaran Piala Dunia.

Sebagai tanggapan, NTA mengintensifkan upaya penegakan hukumnya dan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas perjudian daring dan aktivitas keuangan ilegal.

Pernyataan itu mengutip Om Prakash Mahato, seorang asisten direktur sekaligus insinyur di NTA yang bertugas dalam satgas tersebut, yang menyebutkan bahwa perwakilan dari penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) ditempatkan di kantor NTA selama gelaran Piala Dunia berlangsung guna memfasilitasi pemblokiran situs-situs web semacam itu dengan cepat.

Melalui koordinasi dengan ISP, NTA memblokir URL tempat situs-situs web tersebut beroperasi, kata Mahato.

"Karena sulit untuk mengidentifikasi secara manual situs web dalam jumlah besar, otoritas mengandalkan daftar yang disusun oleh lembaga dan organisasi berwenang untuk mendeteksi situs perjudian serta situs web yang terlibat dalam transaksi keuangan ilegal sebelum memblokirnya lewat kerja sama dengan ISP," ujarnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.