kingsheadwye.com

Nicolas Cage pilih melangkah maju usai Spider-Noir tidak dilanjutkan

Jakarta (ANTARA) - Aktor "Spider-Noir", Nicolas Cage, angkat bicara mengenai keputusan Prime Video untuk tidak melanjutkan serial pahlawan super tersebut ke musim kedua.

Dilansir Deadline pada Minggu (6/9), Nicolas Cage menyatakan kini saatnya bagi dia untuk terus melangkah maju, berkembang ke tingkat lebih tinggi, dan melihat ke dalam kepuasan batin sendiri (onwards, upwards, inwards).

"Bagi saya, satu musim sudah sempurna, setelah menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan melalui Spider-Man yang berbahaya, inovatif, dan bergaya 'pop-art' ini,” kata Nicolas.

Berdasarkan laporan Deadline, biaya produksi yang tinggi dan jumlah penonton yang tergolong lumayan — namun bukan "blockbuster" — mungkin menjadi alasan di balik Prime Video menyudahi serial itu.

Baca juga: Spider Noir resmi tak akan lanjutkan musim kedua

Saat serial "Spider-Noir" baru saja diluncurkan, Nicolas sudah menyatakan bahwa ia dan seluruh tim sudah sangat puas membuat satu musim dengan visi seni yang mereka inginkan, terlepas ada atau tidaknya musim kedua di kemudian hari, itu tidak menjadi masalah lagi.

Menurut laporan tersebut, "Spider-Noir" Musim 1 pada dasarnya menceritakan kisah yang sudah lengkap dengan hanya menyisakan beberapa alur cerita yang belum terselesaikan.

Serial "Spider-Noir" yang menandai peran pertama Cage dalam serial televisi juga menuai banyak pujian dari kritikus dan penonton.

Baca juga: Nicolas Cage tidak tertarik gabung di waralaba "Star Wars"

Serial tersebut meraih skor kritikus 92 persen dan skor penonton 90 persen di Rotten Tomatoes, serta mendapatkan 11 nominasi Penghargaan Emmy — terbanyak dari semua serial Prime Video pada 2026.

Kehadiran "Spider-Noir" oleh para eksekutif acara (showrunner) Oren Uziel dan Steve Lightfoot, serta produser eksekutif Phil Lord, Christopher Miller, dan Amy Pascal, dilaporkan telah meninggalkan jejak mendalam, termasuk lewat format peluncuran yang unik dalam bingkai warna dan hitam-putih.

Nicolas mengatakan ia bisa memerankan karakter utama dengan inspirasi yang memadukan gaya dialog film lawas tahun 30-an dan 40-an (seperti "Double Indemnity") dengan "Spider-Man" karya penulis Stan Lee, serta sentuhan visual ala lukisan Roy Lichtenstein.

Baca juga: Kata Nicolas Cage saat ditawari perankan dirinya sendiri di film baru

"Saya ingin kembali ke film-film lama tahun 30-an dan 40-an, menonton beberapa film Howard Hawks, dan mempelajari kecepatan penyampaian dialog dari para aktor tersebut,” kata Nicolas sewaktu ditanya pada Juni lalu, dilansir Deadline.

“Saya juga memikirkan Double Indemnity dengan Fred MacMurray dan Barbara Stanwyck, lalu mencoba mewujudkan esensi, tingkah laku, dan vokalisasi mereka untuk digabungkannya dengan mahakarya Stan Lee, 'Spider-Man', dan melihat percikan apa yang bisa saya hasilkan. Mirip seperti lukisan Roy Lichtenstein, saya ingin melakukan sesuatu yang baru bagi saya dan semoga juga bagi penonton," tambah dia.

Hubungan kerja sama Nicolas dengan Prime Video pun dipastikan tetap berlanjut. Proyek selanjutnya bagi sang aktor adalah film "Madden" produksi Prime Video, di mana ia memerankan pelatih sepak bola sekaligus komentator legendaris John Madden yang dijadwalkan tayang perdana pada 18 November.

Baca juga: Nicolas Cage perankan Dracula di "Renfield"

Ke depannya, Nicolas berencana untuk terus mengambil bagian dalam karya-karya lain yang tayang secara streaming.

“Saya sudah mendukung layanan streaming sejak lama, sebelum itu menjadi tren. (Media akan berkata) 'Oh, dia membuat film yang langsung tayang di streaming,' seolah-olah itu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti saya yang harus malu. Namun sekarang, semuanya berjalan ke arah itu,” kata Nicolas kepada Deadline dalam wawancara yang sama.

“Saya tahu bahwa streaming pada akhirnya akan membuat para aktor tetap bekerja dan karya mereka tetap dapat ditonton," tambah Nicolas.

Baca juga: Film Liam Hemsworth, Nicolas Cage hingga Penelope Cruz hadir September

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.