kingsheadwye.com

Nobu Bank dan Jalin Sepakati Pengembangan QRIS Antarnegara ke Hong Kong

Bagi Nobu Bank, Hong Kong menjadi kelanjutan dari pengembangan layanan pembayaran internasional untuk mengikuti mobilitas nasabah yang semakin lintas negara.

Baca Juga: Kebutuhan Hunian Terus Meningkat, Nobu Bank Fokus Garap KPR

Steve Marciano, Direktur Nobu Bank, mengatakan bahwa kebutuhan nasabah terhadap pengalaman pembayaran yang sederhana tidak lagi berhenti pada transaksi domestik.

“Mobilitas nasabah semakin lintas negara, sementara kebutuhan mereka mengarah pada pengalaman pembayaran yang semakin sederhana. Pengembangan QRIS antarnegara, dalam hal ini Hong Kong, memungkinkan kami membawa kemudahan bertransaksi yang telah digunakan nasabah di Indonesia ke salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perjalanan internasional di kawasan Asia,” ujar Steve.

“Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari kapabilitas QRIS antarnegara Nobu Bank yang sebelumnya telah mendukung koridor Korea Selatan. Kami ingin memastikan Nobu Go semakin relevan dengan kebutuhan nasabah, termasuk saat mereka bepergian, berbelanja, maupun melakukan aktivitas lainnya di luar negeri,” tambahnya.

Pengembangan tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya pemanfaatan QRIS antarnegara. Bank Indonesia mencatat bahwa sejak pertama diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, pengguna dari negara mitra telah melakukan sekitar 25,67 juta transaksi QRIS antarnegara di Indonesia dengan nilai Rp7,63 triliun.

Sementara itu, pengguna Indonesia melakukan 4,67 juta transaksi di negara mitra dengan nilai Rp1,73 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk perdagangan, perjalanan, dan pariwisata.

Dalam kerja sama ini, Jalin, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, mendukung konektivitas dan pemrosesan transaksi melalui infrastruktur sistem pembayaran yang terhubung dengan ekosistem perbankan dan teknologi finansial (tekfin) nasional.

Direktur Jalin Eko Dedi Rukminto mengatakan bahwa perluasan layanan lintas negara membutuhkan infrastruktur yang mampu menghubungkan berbagai institusi dan jaringan pembayaran secara andal serta interoperabel.

Menurut Eko, semakin luasnya konektivitas QRIS antarnegara juga membuka peluang bagi pelaku industri pembayaran nasional untuk mengembangkan layanan tanpa harus membangun konektivitas secara terpisah untuk setiap kebutuhan.

“Semakin banyak koridor yang terhubung, semakin besar kebutuhan akan infrastruktur yang andal dan interoperabel. Di sinilah Jalin mengambil peran sebagai infrastructure enabler untuk membantu perbankan dan tekfin membawa layanan mereka ke semakin banyak aktivitas ekonomi lintas negara,” tambahnya.

Melalui QRIS antarnegara, pengguna dapat bertransaksi di negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Konektivitas ini juga mendukung penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT), sehingga transaksi lintas negara dapat berlangsung lebih efisien.

Baca Juga: Transaksi Melesat 40 Persen, Resep Nobu Bank Geber Masyarakat Melek Transaksi Digital QRIS

Kolaborasi Nobu Bank dan Jalin menjadi bagian dari upaya penguatan konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra, sekaligus menunjukkan peran sistem pembayaran yang semakin strategis dalam mendukung perdagangan, pariwisata, dan hubungan ekonomi antarnegara.