kingsheadwye.com

Oman Usulkan Hormuz Dikelola Bersama Iran dan Negara-Negara Teluk |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, MUSKAT – Oman telah mengajukan usulan kepada Iran mengenai mekanisme regional bersama untuk mengelola Selat Hormuz dengan sistem iuran sukarela. Usulan ini muncul di sela upaya Oman dan Iran mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Teheran pada hari Jumat dan Sabtu.

Berdasarkan usulan Oman yang mendapat dukungan regional tersebut, Iran tidak akan sendirian memegang kendali tunggal atas jalur perairan vital itu, ungkap seorang sumber dari kawasan Teluk yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.

Usulan ini mengacu pada model pengelolaan Selat Malaka, di mana para pengguna selat memberikan kontribusi sukarela untuk mendanai layanan navigasi, perlindungan lingkungan, serta operasi pencarian dan penyelamatan.

Amerika Serikat secara mendadak menangguhkan kampanye serangan udara terhadap Iran pada akhir pekan lalu, sehingga memunculkan harapan akan adanya solusi diplomatik yang memungkinkan aktivitas pelayaran kembali berjalan di Selat Hormuz—jalur yang sebelumnya menyalurkan seperlima pasokan energi global sebelum terjadinya konflik antara AS-Israel dan Iran.

Pihak Oman mengusulkan pembentukan konsorsium regional yang melibatkan Iran dan negara-negara Teluk. Konsorsium ini akan mengelola lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz dengan menyediakan "pengamanan" bagi kapal-kapal yang hendak melintas.

Oman mengusulkan agar selat tersebut bebas biaya tol; namun, hal itu tidak serta-merta berarti kapal-kapal tidak akan membayar biaya apa pun. Mereka telah merancang sebuah model di mana kapal-kapal yang melintas akan membayar "biaya layanan sukarela" guna menjamin perlindungan lingkungan.

Saat ini, Oman mengusulkan tiga jalur untuk lalu lintas maritim: satu jalur yang melintasi perairan wilayah Iran, satu jalur internasional, dan satu jalur yang melintasi perairan wilayah Oman.

Jika usulan ini disepakati, Iran akan bertanggung jawab atas pembersihan ranjau, khususnya di jalur internasional. Akan tetapi, tim negosiasi teknis belum merampungkan kesepakatan mengenai hal ini.

Terlepas dari pernyataan publik yang ada, sumber Aljazirah menyebutkan bahwa Iran menunjukkan sikap yang lebih fleksibel.

Menurut kantor berita IRNA, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas perkembangan situasi di Selat Hormuz dalam pembicaraan telepon terpisah dengan rekan sejawatnya dari Oman dan Arab Saudi.

Dalam percakapan dengan Badr Albusaidi dari Oman dan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dari Arab Saudi, para diplomat tersebut "meninjau perkembangan terkini, baik di tingkat bilateral maupun regional".

Mereka juga "menekankan perlunya memperkuat kerja sama dan memajukan upaya diplomatik bersama demi mewujudkan stabilitas kawasan serta mengatasi ketidakamanan di Selat Hormuz yang diakibatkan oleh tindakan agresif Amerika Serikat," demikian dilaporkan IRNA.