Ombudsman: Integritas harus jadi fondasi generasi muda di era digital
Ombudsman: Integritas harus jadi fondasi generasi muda di era digital
Jumat, 11 September 2026 18:50 WIB
Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher saat menyematkan tanda peserta secara simbolis saat PBAK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026, Jakarta, Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-Ombudsman RI
Jakarta (ANTARA) - Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Nuzran Joher menegaskan integritas harus dijadikan sebagai fondasi dalam menghadapi perkembangan teknologi, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial.
Saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, dia mengatakan mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi penerima ilmu, tetapi memiliki peran sebagai pemberi arah, agen perubahan, dan penjaga nilai bagi bangsa.
"Teknologi tanpa integritas melahirkan kejahatan siber dan penyebaran hoaks, kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan melahirkan pembiaran terhadap perusakan alam. Semua inovasi itu tidak akan bermakna jika tidak bermuara pada keadilan sosial," ujar Nuzran.
Di sisi lain, ia mengingatkan kecerdasan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan dengan moral.
Ia berpendapat integritas menjadi kompas agar kemajuan teknologi dan inovasi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, Nuzran mengajak selurih mahasiswa, khususnya mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, agar menekankan hal tersebut.
Saat menjadi pembicara utama sekaligus membuka secara resmi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026, Jakarta, Rabu (26/8), ia memperkenalkan peran Ombudsman RI dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Ia menjelaskan Ombudsman menjadi salah satu tempat masyarakat menyampaikan laporan terkait dugaan ketidakadilan, pungutan liar, korupsi, maupun kelalaian penyelenggara negara terutama di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyampaikan perkembangan teknologi harus diiringi dengan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya.
Dikatakan bahwa jangan sampai kebijaksanaan sebagai manusia justru tergantikan oleh alat. Manusia tetap harus menjadi pihak yang bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Menurutnya, teknologi merupakan sarana untuk memudahkan kehidupan manusia, termasuk dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari masyarakat.
Karena itu, kata dia, mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
"Kecerdasan harus berjalan bersama dengan kebijaksanaan, pengetahuan harus melahirkan tanggung jawab, dan prestasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Asep.
Diikuti oleh 4.500 mahasiswa baru, tema besar PBAK 2026 merupakan Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Wujudkan Generasi Ulul Albab untuk Peradaban Bangsa, yang dikembangkan melalui gerakan DiGreen (Digital Green) dengan tiga pilar, yaitu Innovation, Green, and Humanity.
Setelah pembukaan PBAK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026 secara resmi oleh Nuzran Joher, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dari berbagai fakultas.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ombudsman: Integritas harus jadi fondasi generasi muda di era digital
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026