kingsheadwye.com

Operasi SAR untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan - Nasional Katadata.co.id

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dihentikan. Operasi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.  

Pengumuman disampaikan Gubernur Banten Andra Soni. Andra mengatakan, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di semua sektor. 

"Sudah tidak efektif, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata Andra di Carita, Pandeglang, Kamis (17/9) dikutip dari Antara.  

Dalam pencarian hari terakhir, tim SAR telah melibatkan 523 personel gabungan untuk penyisiran di darat, laut, dan udara. Luas jangkauan pencarian mencapai 8.509 nautical mile. 

Sebelumnya tim SAR menemukan 13 objek terapung di laut. Meski demikian, setelah verifikasi Ditpolairud Polda Banten, material tersebut tak terhubung dengan jurnalis dan kru yang hilang. 

Andra mengatakan, Pemprov Banten dan Basarnas bisa membuka kembali operasi pencarian jika ditemukan petunjuk baru atau laporan masyarakat.

Jurnalis dan kru hilang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

Pencocokan DNA Jenazah di Pulau Enggano Dilanjutkan

Sedangkan Polda Banten akan melanjutkan proses pencocokan DNA antara sampel antemortem keluarga rombongan kapal yang hilang dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Polda mengatakan, proses tersebut akan memakan waktu dua pekan. 

"Data antemortem dan sampel DNA keluarga dari posko kita di Banten sudah diserahkan ke Polda Bengkulu untuk penyesuaian," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli A Hutapea di lokasi yang sama.

Jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia 50 tahun. Jenazah tersebut memiliki tinggi 163 cm dan ditemukan dengan mengenakan celana pendek selancar. 

Maruli mengatakan, saat ditemukan, tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan. Jenazah tersebut juga sempat dimakamkan, namun kembali digali untuk identifikasi postmortem.