kingsheadwye.com

PABKI Catatkan Rekor MURI, Tancapkan 600 Pisau!

Bandung -

Persatuan Olahraga Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) baru saja masuk buku Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni 600 bilah pisau tertancap bersamaan.

Bagi Anda yang belum tahu PABKI, organisasi ini membawahi olahraga lempar pisau dan kapak yang masuk dalam daftar olahraga rekreasi Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 2021 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Viktor Alexander Lateka yang merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal ditunjuk jadi ketua umum periode 2026-2030. Sebagai organisasi olahraga, PABKI tentu punya sejumlah agenda turin setiap tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya adalah Kejurnas Lempar Pisau dan Kapak yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Kiara Artha Park, Bandung, 29-30 Agustus. Saat upacara pembukaan, panitia melakukan pemecahan rekor berupa penancapan 600 pisau di papan.

Pemecahan rekor melibatkan lebih dari 300 pelempar dari 15 kontingen provinsi di Indonesia. Setiap peserta menggunakan satu set perlengkapan standar kompetisi yang terdiri atas empat bilah pisau lempar.

Ketua Harian PABKI Hendri Jay Agustian mengatakan aksi tersebut menjadi pencapaian penting bagi perkembangan olahraga lempar pisau dan kapak di Indonesia. Bahkan, dia menyebut kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan dalam skala tersebut di dunia.

"Kegiatan MURI yang kami laksanakan ini bisa dikatakan pertama kali di dunia, bukan hanya di Indonesia. Kami memaksimalkan 600 lemparan menancap di target putih. Ini menjadi bukti simbolis betapa masifnya perkembangan olahraga ini di tanah air," kata Hendri dalam keterangan kepada detikSport.

Dalam proses penilaian rekor, PABKI bersama tim MURI menerapkan pengawasan ketat untuk memastikan setiap lemparan yang sah tercatat. Setiap pisau yang berhasil menancap di papan sasaran dihitung sebagai satu poin.

Bahkan, pisau yang sempat menancap kemudian terjatuh akibat tertimpa lemparan berikutnya tetap dinyatakan sah. Penghitungan tersebut dilakukan berdasarkan pengawasan asisten juri yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan papan sasaran.

Usai pemecahan rekor, kegiatan dilanjutkan dengan Kejurnas Lempar Pisau dan Kapak yang berlangsung selama dua hari. Sebanyak 12 kelas dipertandingkan untuk memperebutkan total 72 gelar juara.

Kejurnas tersebut menggunakan sistem open tournament. Sekitar 85 hingga 90 persen peserta merupakan anggota resmi PABKI, sedangkan sisanya berasal dari pelempar umum nonanggota.

Hendri mengatakan komunitas olahraga lempar pisau dan kapak telah aktif menggelar berbagai kejuaraan sejak 2010. Namun, Kejurnas kali ini menjadi momentum penerapan tata kelola kompetisi yang lebih profesional, termasuk penyelenggaraan siaran langsung secara daring.

Siaran langsung tersebut turut dipantau sekitar 50 hingga 100 pelempar profesional dari berbagai negara. PABKI juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai tahap awal penjaringan atlet internasional menjelang Piala Dunia Lempar Pisau yang direncanakan digelar di Indonesia akhir 2027.

Di sisi lain, PABKI tengah menyelesaikan finalisasi administrasi untuk bergabung secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hendri menyebut seluruh kelengkapan tata kelola dan persyaratan organisasi telah dipenuhi. Kejurnas kali ini menjadi salah satu momentum penting dalam proses tersebut.

Ke depannya, PABKI menargetkan jumlah partisipasi atlet meningkat hingga tiga kali lipat. Target itu diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan utama dalam olahraga lempar pisau di tingkat internasional.

(mrp/rin)