Pakar dorong inovasi kemitraan untuk perkuat jaringan bisnis
Jakarta (ANTARA) - Pakar Waralaba dan Kemitraan Tommy Andri Wardhana mendorong pelaku usaha untuk menerapkan inovasi kemitraan untuk memperkuat jaringan bisnis sehingga usahanya mampu berkembang dengan baik.
Tommy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan pengembangan jaringan bisnis membutuhkan sistem yang mampu menjaga kualitas dan mendorong para mitra untuk tumbuh bersama.
"Yang dibangun bukan sekadar banyak mitra, yang dibangun adalah jaringan bisnis," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Brand & Business Opportunity Show (IBS Expo) 2026 di Jakarta, Jumat (7/8).
Dalam kegiatan itu, Tommy membawakan materi "Inovasi Franchise dalam Pengembangan Jaringan Bisnis” dengan pendekatan "Partnership Innovation".
Ia menjelaskan bagaimana pemilik usaha dapat membangun jaringan secara bertahap dengan melibatkan mitra dalam satu sistem bisnis.
Menurut Tommy, jaringan bisnis perlu ditopang oleh beberapa unsur, mulai dari identitas merek yang kuat, standar operasional, pendampingan, hingga evaluasi kinerja.
"Pendampingan diperlukan agar mitra tidak hanya memperoleh kesempatan menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis sesuai standar yang telah dibangun pemilik usaha," ujarnya.
Selain pendampingan, evaluasi secara menyeluruh juga diperlukan untuk melihat kinerja jaringan dan memastikan perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Tommy menilai konsep "Partnership Innovation" menempatkan keberhasilan pemilik usaha dan mitra sebagai satu kesatuan.
Karena itu, pertumbuhan jaringan tidak hanya diukur dari jumlah mitra yang bergabung, tetapi juga dari kemampuan jaringan mempertahankan standar dan membantu mitra berkembang.
"Keberhasilan mitra adalah sukses jaringan," katanya.
Pendekatan kemitraan, tambah dia, dapat menjadi bagian dari proses membangun bisnis yang lebih siap untuk dikembangkan dalam jaringan yang lebih luas, termasuk ketika perusahaan nantinya memasuki model waralaba (franchise).
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.