kingsheadwye.com

Paus Leo XIV: Kekhawatiran soal Keamanan AI Bukan Berita Palsu

Komentar Paus Leo pada Senin mengenai pentingnya menanggapi kekhawatiran terhadap keselamatan dan perkembangan AI menambah daftar isu yang memperlihatkan perbedaan pandangannya dengan Trump.

Keduanya sebelumnya saling menanggapi pada April terkait penolakan Paus Leo terhadap perang AS-Israel di Iran. Paus Leo juga pernah mengkritik kebijakan pengetatan migrasi pemerintahan Trump.

Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Washington pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Xi mengatakan penting untuk memastikan AI selalu berada di bawah kendali manusia.

Trump, di sisi lain, lebih menekankan penggunaan istilah "superintelligence" atau superkecerdasan untuk teknologi tersebut dan menepis seruan agar AI diatur lebih ketat.

Meski demikian, kedua pemimpin sepakat menjajaki sebuah "mekanisme pemberitahuan" baru untuk menangani insiden AI yang berdampak terhadap keamanan nasional.

AI telah menjadi salah satu isu besar pada tahun pemilu di AS. Sejumlah perusahaan terbesar di negara itu berlomba membangun jaringan pusat data berskala nasional, sementara masyarakat dari kedua kubu politik semakin menyuarakan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap lahan pertanian, pasokan air, dan tagihan listrik.

Paus Leo Optimistis Solusi Bisa Ditemukan

Kekhawatiran terhadap AI terus meningkat, baik di dalam maupun di luar industri teknologi. Berbagai laporan terus bermunculan mengenai sistem AI yang semakin canggih, mampu menyelesaikan persoalan di luar kemampuan manusia, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi lepas kendali dan melakukan tindakan yang membahayakan.

Kekhawatiran itu semakin besar hingga CEO OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengatakan dalam wawancara dengan Fortune bahwa perusahaannya akan menunggu hingga tahun depan sebelum mulai menjual saham kepada investor di Wall Street karena saat ini masih memusatkan perhatian pada persoalan keselamatan.

Leo mengatakan, sejak menerbitkan ensikliknya pada Mei, Vatikan menerima banyak tanggapan dari orang-orang yang tertarik terlibat dalam pembahasan lebih luas mengenai AI.

"Sebuah komisi Vatikan kini bekerja untuk mendorong dialog, kajian, dan penelitian guna menemukan cara untuk memastikan AI tidak sampai pada titik menghancurkan umat manusia atau menyingkirkan manusia dari percakapan," kata Leo.

Paus Leo cukup optimistis bahwa solusi dapat ditemukan.

"Saya pikir ada cukup banyak orang yang benar-benar serius memikirkan persoalan ini dan bersedia membahasnya di luar soal perebutan kekuasaan atau pertanyaan tentang siapa yang akan mencapainya lebih dulu," imbuhnya.