Pawai Ta'aruf MTQ Nasional 2026 diikuti oleh 1.000 lebih peserta
Pawai Ta'aruf MTQ Nasional 2026 diikuti oleh 1.000 lebih peserta
Rabu, 9 September 2026 08:50 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau kesiapan arena Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI, di Lapangan Simpang Lima, Semarang. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)
Semarang (ANTARA) - Pawai Ta'aruf untuk menyambut para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, akan digelar Sabtu (12/9).
"Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Selasa.
Agustina menambahkan bahwa bahwa para peserta berasal dari 38 kontingen kafilah provinsi se-Indonesia, serta kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Mereka akan mengikuti pawai yang menampilkan keragaman budaya dan kesenian, salah satunya dengan kehadiran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di barisan depan.
Barisan FKUB akan berjalan bersisian dengan Paskibraka pembawa bendera Merah Putih, bendera LPTQ, marching band, serta Maskot MTQ Nasional.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran parade itu memancarkan pesan mendalam tentang bagaimana nilai-nilai Al Quran bersanding harmonis dengan keragaman budaya dan toleransi beragama di Kota Atlas.
Ditempatkannya barisan tokoh agama dari FKUB di garda terdepan parade menegaskan komitmen bersama: MTQ bukan hanya milik satu golongan, melainkan pesta suka cita seluruh warga yang merayakan keberagaman dan persatuan bangsa.
Agustina juga menambahkan bahwa kekayaan budaya Kota Semarang yang berakar dari akulturasi berbagai etnis akan menyambut para tamu.
"Masyarakat yang hadir nanti akan disuguhi seni pertunjukan khas, seperti Tari Warak Dugder dari Sanggar Sobokarti. Sebuah tarian simbol keberagaman etnis Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, serta petikan musik Gambus Zabarjada yang syahdu," paparnya.
Rencananya, pawai akan dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 07.00 WIB dan menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer.
Rombongan bergerak menuju Tugu Muda, Jalan Pandanaran, kawasan Mugas dan Jalan Tri Lomba Juang, kemudian melintasi Taman Indonesia Kaya hingga berakhir di panggung kehormatan Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan.
Pelepasan di Balai Kota akan disertai Tari Warak Dugder dan musik Gambus, sementara kawasan Taman Pandanaran, Taman Indonesia Kaya, serta Jalan Tri Lomba Juang dapat menjadi pilihan warga untuk menyaksikan rombongan dan pertunjukan.
Rangkaian pawai ditutup dengan atraksi Marching Band dan pengumuman pemenang mobil hias di panggung utama Kantor Gubernur Jateng.
Untuk mendukung kelancaran pawai, Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas.
Penutupan dan pengalihan arus dilakukan secara bertahap di sejumlah ruas yang dilalui pawai, termasuk Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Tri Lomba Juang, Jalan Menteri Supeno, hingga Jalan Pahlawan.
Sejumlah kantong parkir juga disiapkan bagi masyarakat, antara lain Balai Kota Semarang, DP Mall, Museum Mandala Bhakti, Stadion Tri Lomba Juang, Gedung Rimba Graha, Masjid Baiturrahman.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.