kingsheadwye.com

Pelatihan desain dan produksi merchandise berbasis digital printing sebagai pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa SMA Pembangunan Laboratorium UNP

Padang (ANTARA) - Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Desain dan Produksi Merchandise (Kaos dan Totebag) Berbasis Digital Printing sebagai Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan Siswa SMA Pembangunan Laboratorium UNP.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di SMA Pembangunan Laboratorium UNP dan diikuti oleh 50 orang siswa.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Guru Prakarya SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang aplikatif kepada siswa melalui pengembangan keterampilan desain digital, produksi merchandise, serta pengenalan teknik digital printing yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Dr. Rahmi Pratiwi, M.Pd., dengan anggota tim Dr. Yofita Sandra, M.Pd., Rosmaria, M.Pd., dan Melda Mahniza, MA. Para peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang desain, teknologi pembelajaran, dan produksi merchandise. Dr. Rahmi Pratiwi, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UNP, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, materi dan praktik juga didampingi oleh M. Rizki dan Nero Fitrha Jamal dari Unit Literasi dan Sumber Belajar Teknologi Pendidikan UNP.

Pelatihan dirancang dalam bentuk kegiatan teori dan praktik sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menghasilkan produk merchandise.

Tahap pertama dimulai dengan penyampaian materi desain grafis digital, yang mencakup pengenalan prinsip dasar desain, komposisi visual, tipografi, warna, serta penggunaan aplikasi desain yang mudah digunakan oleh pemula, yaitu Canva.

Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai desain, siswa kemudian mengikuti praktik pembuatan desain merchandise. Peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dengan membuat desain yang nantinya akan diaplikasikan pada produk kaos dan totebag. Tahap ini mendorong siswa untuk menghasilkan desain yang menarik sekaligus memiliki potensi nilai jual.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan teknik sablon sublimasi. Narasumber menjelaskan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses produksi, seperti printer sublimasi, tinta sublimasi, kertas transfer, dan mesin heat press. Penjelasan diberikan secara bertahap agar siswa memahami fungsi masing-masing alat serta proses kerja teknik sublimasi.

Pada tahap berikutnya, narasumber melakukan demonstrasi proses produksi merchandise, mulai dari pencetakan desain pada kertas sublimasi hingga proses pemindahan desain ke media kaos dan totebag menggunakan mesin heat press. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tahapan produksi merchandise berbasis digital printing.

Antusiasme siswa semakin terlihat ketika memasuki tahap praktik produksi secara langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk memproduksi kaos dan totebag berdasarkan desain yang telah mereka buat sebelumnya. Dengan pendampingan narasumber dan tim pelaksana, siswa mencoba mengoperasikan peralatan sablon serta memahami proses menghasilkan produk merchandise secara mandiri.

Kegiatan praktik tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa karena mereka dapat mengikuti proses secara utuh, mulai dari menciptakan ide desain, mengolah desain secara digital, mencetak desain, hingga menghasilkan produk fisik berupa kaos dan totebag.

Pelatihan ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa. Keterampilan desain dan produksi merchandise berbasis digital printing dapat menjadi salah satu alternatif keterampilan produktif yang dikembangkan siswa, baik untuk kebutuhan pribadi, kegiatan sekolah, maupun sebagai peluang usaha.

Melalui kegiatan yang ditutup dengan praktik dan pendampingan produksi merchandise oleh peserta ini, tim PkM UNP berharap siswa SMA Pembangunan Laboratorium UNP dapat memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan produk kreatif bernilai ekonomi.

Selain itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan di masa mendatang. Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan teknologi digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan ekonomi kreatif dan kewirausahaan kepada generasi muda.*