Pemilik Canter Euro 4 Diminta Segera ke Bengkel Resmi, Ada Apa?
Liputan6.com, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, secara proaktif melaksanakan program Field Fix Campaign. Program ini merupakan tindak lanjut atas temuan yang diperoleh melalui proses pemantauan kualitas secara berkala pada tipe Canter Euro4 produksi April 2022 hingga Mei 2026.
"Pemilik kendaraan yang unitnya teridentifikasi akan dihubungi dealer resmi Mitsubishi Fuso untuk menjadwalkan kunjungan servis. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam untuk setiap kendaraan," ujar Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, komponen yang terdampak yaitu sakelar lampu rem (brake light switch), akan diperiksa dan diganti dengan komponen baru yang telah ditingkatkan spesifikasinya. "Pengerjaan ini tidak dipungut biaya, dan dilaksanakan serentak di dealer resmi Mitsubishi Fuso di seluruh Indonesia," kata Aji.
Program ini, jelasnya, dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. KTB berupaya menempatkan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama dan mengapresiasi kerja sama konsumen dalam mengikuti program ini, serta berkomitmen untuk terus memberikan dukungan layanan purna jual yang diperlukan selama periode pelaksanaan program.
Temuan KTB
Aji mengungkap, melalui proses pemantauan kualitas rutin yang dilakukan antara KTB dan MFTBC, ditemukan adanya potensi gangguan atau keterbatasan daya tahan pada komponen brake light switch pada sejumlah kendaraan Canter Euro4 tertentu, di mana kontak internal pada sakelar tersebut dapat mengalami penurunan kinerja setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu.
"Apabila kondisi ini terjadi, lampu rem berpotenti tidak berfungsi secara optimal, dan lampu indikator peringatan akan menyala pada panel instrumen di dalam kabin sehingga pengemudi dapat mengenali kondisi tersebut lebih awal. Temuan ini hanya berkaitan dengan komponen brake light switch dan tidak mempengaruhi kinerja pengereman kendaraan dan sistem kendaraan lainnya," jelasnya.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh KTB dan MFTBC, sambung Aji, diketahui bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan adanya arus atau tegangan listrik berlebih yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan peningkatan suhu pada komponen brake light switch, sehingga berpotensi memengaruhi fungsi lampu rem belakang.