kingsheadwye.com

Pemilik KMP Virgo siap tanggung jawab seluruh hak korban kecelakaan - ANTARA News Jawa Timur

Banjarmasin (ANTARA) - Pemilik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 menyatakan bertanggung jawab atas seluruh hak korban kecelakaan kapal, termasuk memfasilitasi kepulangan korban yang meminta kembali ke daerah asal, serta menyiapkan tali asih yang nominalnya masih dalam penghitungan.

Juru Bicara pemilik KMP Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat, mengatakan pihak owner kapal sejak hari pertama kejadian telah melakukan tindakan untuk menangani kebutuhan korban, bukan hanya menyampaikan pernyataan mengenai tanggung jawab perusahaan.

“Bukan pernyataan saja kami, tapi aksi yang sudah kami lakukan dari awal sampai dengan saat ini. Kami tidak pernah menjanjikan apa yang akan dilakukan, tetapi sudah melakukan apa yang harus kami buat dari hari pertama kejadian,” ujarnya.

Terkait tudingan para korban selamat yang dikeluarkan dari penginapan di Banjarmasin, Simson menjelaskan korban yang berada di sejumlah hotel bukan dikeluarkan oleh perusahaan, melainkan difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing setelah mereka merasa tidak nyaman dan meminta dipulangkan karena kerinduan kepada keluarga.

“Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Ia meluruskan informasi beredar mengenai tali asih Rp500.000 dan menegaskan angka tersebut bukan nominal pasti yang diberikan pihak pemilik, karena perusahaan masih menghitung kebutuhan dan kemampuan sebelum menentukan besaran tali asih yang akan disampaikan.

“Dari pihak kami juga sudah siapkan lagi tali asihnya yang angkanya segera akan kami rilis, karena kami masih berhitung semuanya,” ucap Simson.

Simson mengatakan tali asih sementara yang diberikan kepada korban untuk membantu kepulangan dari Banjarmasin berasal dari Gubernur Kalimantan Selatan, sementara pihak pemilik sedang menyiapkan tali asih tambahan yang nominalnya akan disampaikan setelah proses penghitungan selesai.

Dia memastikan korban yang telah pulang tetap dicatat dan didata oleh pihak perusahaan dan akan dimintakan nomor rekening masing-masing untuk menyelesaikan hak mereka sesuai proses yang dilakukan pemilik.

“Yang sudah pulang kami sudah catat, sudah data, dan sudah kami mintakan nomor rekening masing-masing untuk kami selesaikan, untuk mereka punya hak,” tuturnya.

Sementara keluarga korban yang masih berada di lokasi, kata Simson, tetap dibantu kebutuhan konsumsi dan akomodasinya, sedangkan pihak pemilik sedang berkoordinasi dengan Pelindo, terkait penggunaan tempat bagi keluarga yang masih berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Terkait surat yang beredar mengenai pemberian tali asih dengan nominal dan syarat tertentu dan ditandatangani materai 10.000, Simson memastikan surat tersebut hoaks.

KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita sebelum ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Hingga hari kelima operasi SAR, Kamis (17/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.