kingsheadwye.com

Pemkab Aceh Barat bangun 10 unit RLH panggung untuk korban banjir

Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) merealisasikan pembangunan 10 unit rumah panggung layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah khususnya korban bencana alam.

"Program bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir," kata Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Aceh Barat, Ferdi Handaya kepada wartawan, Kamis.

Ia menjelaskan pembangunan rumah bantuan layak huni jenis panggung tersebut, dikarenakan lokasi rumah tersebut berada di kawasan yang selama ini sering dilanda bencana alam banjir saat musim hujan tiba.

Untuk tahun anggaran ini, sebanyak 10 unit rumah dibangun tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Barat diantaranya di Desa Pasi Masjid Kecamatan Meureubo sebanyak lima unit, Desa Marek Kecamatan Kaway XVI dua unit. Kemudian Kecamatan Arongan, Woyla, dan Sungai Mas masing-masing sebanyak satu unit.

"Pembangunan 10 unit rumah layak huni ini bersumber dari anggaran TKD/DTU (Dana Transfer Umum) pengembalian dari pusat ke daerah, dengan total pagu anggaran fisik sebesar Rp1,4 miliar," katanya menambahkan.

Ferdi mengatakan proses penentuan penerima bantuan telah melalui tahapan verifikasi proposal dan pengusulan yang matang sebelum akhirnya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Barat.

"Proposal sudah lama kita proses dan verifikasi. Setelah kita ajukan ke Pak Bupati dan ditetapkan melalui SK, Alhamdulillah para penerima bantuan rumah layak huni bersumber dari dana Transfer Ke Daerah (TKD) ini resmi terpilih," ujarnya.

Baca juga: Kemenko PMK perkuat koordinasi percepatan rehab-rekon Pidie Jaya, Aceh

Baca juga: Kementerian PU bangun baru SPAM rusak akibat bencana di Aceh Tengah

Ferdi Handaya menjelaskan, penerima bantuan rumah layak huni ini wajib memenuhi sejumlah kriteria ketat yang telah ditetapkan, antara lain masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan tingkat kesejahteraan maksimal desil 4.

Kemudian memiliki tanggungan keluarga dan tidak mempunyai pekerjaan tetap, memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah, kondisi hunian sebelumnya tergolong sangat tidak layak huni.

Khusus untuk daerah rawan banjir, rumah yang dibangun menggunakan konsep rumah panggung. Hal ini disesuaikan dengan kondisi geografis lapangan tempat ditemukan nya genangan air yang kerap mencapai ketinggian lebih dari satu meter.

"Di lokasi seperti Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo, banjir terjadi secara rutin setiap tahunnya. Karena itu, spesifikasi rumah dibuat panggung berukuran 6 x 7 meter dengan struktur kaki-kaki serta pelat lantai beton bertulang dan dinding bata agar tahan terhadap terjangan air," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan seluruh proses fisik hingga administrasi keuangan dapat diselesaikan pada pertengahan Desember 2026 mendatang.

"Rata-rata masa berlaku kontrak habis pada 8 Desember. Kita harapkan pada tanggal tersebut sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan. Selanjutnya, pada 10 hingga 15 Desember kita selesaikan proses pencairan anggaran dan penyerahan kunci kepada masyarakat penerima manfaat," tutup Ferdi.

Baca juga: Legislator Jabar dorong kelanjutan rumah Panggung anti banjir Bekasi

Baca juga: Rumah panggung solusi bagi desa langganan banjir di Karawang

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.