Pemkab Gianyar tingkatkan PAD Rp33,6 miliar pada Perubahan APBD 2026
Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp33,6 miliar pada Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 menjadi Rp2,43 triliun.
"Dibandingkan PAD induk 2026, PAD baru itu naik 1,4 persen," kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra di sela penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna di DPRD Gianyar, Bali, Senin.
Pemkab Gianyar memperkuat basis pajak dengan pendataan wajib pajak serta memperluas ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan untuk menopang PAD.
Adapun PAD itu menguasai porsi 71,21 persen dari total pendapatan daerah pada perubahan APBD 2026 sebesar Rp3,41 triliun.
Sisanya sebesar 28,71 persen adalah pendapatan transfer sebesar Rp980 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp3 miliar.
Bupati Gianyar merinci pendapatan transfer dalam perubahan tersebut menurun sebesar Rp30,7 miliar atau 1,72 persen dibandingkan anggaran induk 2026.
Sedangkan, pendapatan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp3 miliar itu merupakan hibah dari pemerintah pusat atas prestasi pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting serta kategori pembiayaan kreatif.
Lebih lanjut Bupati Mahayastra menyampaikan pos belanja daerah dalam perubahan anggaran itu juga menurun Rp52,29 miliar menjadi sebesar Rp4,33 triliun.
Adapun belanja daerah terdiri dari belanja operasi sebesar Rp2,35 triliun atau sebesar 54,40 persen dari total porsi, belanja modal sebesar Rp1,59 triliun atau 36,76 persen, belanja tidak terduga sebesar Rp9,05 miliar atau 0,21 persen dan belanja transfer sebesar Rp373,9 miliar atau 8,63 persen.
Bupati Mahayastra menambahkan defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp921,9 miliar karena proyeksi rencana pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas.
Namun, ia memastikan defisit anggaran perubahan 2026 tersebut akan ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp921,9 miliar.
Pengeluaran pembiayaan dalam perubahan APBD 2026 itu direncanakan sebesar Rp85,5 miliar yang digunakan untuk penyertaan modal daerah sebesar Rp10 miliar serta pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp75,5 miliar.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.