kingsheadwye.com

Pemkab Lingga Kepri kerahkan 3 alat berat guna tangani karhutla

Pemkab Lingga Kepri kerahkan 3 alat berat guna tangani karhutla

Senin, 21 September 2026 14:27 WIB

Image Print

Alat berat membuat parit di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau sebagai upaya mengisolasi api agar tidak merambat ke titik lain pada Ahad (21/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Lingga

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengerahkan tiga alat berat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal dikonfirmasi dari Batam, Senin, mengatakan alat berat tersebut dikerahkan dengan bantuan salah satu perusahaan.

Alat berat dihadirkan untuk membuat parit pembatas di sekitar lokasi kebakaran. Keberadaan parit merupakan langkah untuk menghambat penyebaran api.

"Alat ini digunakan untuk membuat parit pembatas, tujuannya mengisolasi api," ucapnya.

Ia menyebut alat berat tersebut telah dikerahkan selama tiga hari dan hingga kini masih terus beroperasi. Selama proses tersebut, kurang lebih tiga kilometer parit telah berhasil dibuat.

Untuk memantau sekaligus memetakan lokasi kebakaran, pihaknya memanfaatkan pesawat nirawak atau drone guna mengetahui dan menghitung luasan area yang terdampak kebakaran secara lebih akurat.

"Di Tanjung Bungsoi masih dimonitor. Api sudah padam, tetapi asap masih ada karena gambut, resam, dan semak belukar," ujar dia.

BPBD Lingga mencatat luas lahan yang terbakar cukup signifikan. Khusus di wilayah Pudong tercatat sekitar 80 hektare lahan terbakar. Dari total luasan tersebut, baru sekitar 30 hektare yang berhasil dipadamkan.

Dalam menangani karhutla, kata dia, BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri, masyarakat, serta instansi hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lingga.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.