Pemkab Natuna luncurkan empat inovasi digital tingkatkan layanan publik
Pemkab Natuna luncurkan empat inovasi digital tingkatkan layanan publik
Rabu, 14 Oktober 2026 17:28 WIB
Laman inovasi Peta Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, meluncurkan empat inovasi digital untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendukung pembangunan daerah berbasis data.
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto, di Natuna, Rabu, mengatakan peluncuran dilakukan pada Selasa (13/10) di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.
Empat inovasi yang diluncurkan meliputi Sistem Informasi Manajemen Peminjaman Aset Terintegrasi (SIMPATi), Sistem Informasi Kawasan Transmigrasi Natuna (Siktrana), Satu Peta, Satu Kolaborasi (Peta Natuna) serta Sistem Informasi Konstruksi Natuna Terintegrasi, Akurat, dan Komprehensif (Sikontrak).
Keempat inovasi tersebut merupakan aksi perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XII Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Boy Wijanarko mengatakan pengembangan inovasi digital menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan yang menuntut pelayanan cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
“Inovasi ini merupakan langkah nyata dalam mendorong transformasi digital pemerintah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berbasis data,” ucapnya.
Ia menjelaskan SIMPATi dikembangkan untuk mendukung digitalisasi administrasi peminjaman aset, meningkatkan ketertiban pencatatan, mempermudah penelusuran informasi, serta memperkuat pemantauan pemanfaatan aset daerah. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui https://simpati.natunakab.go.id.
Sementara itu, Sikratana diarahkan untuk mengintegrasikan informasi kawasan transmigrasi, pertanahan, aset, pembangunan, dan data pendukung pengembangan kawasan.
Sistem ini diharapkan membantu pemutakhiran data, koordinasi lintas instansi, serta pemantauan pembangunan. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui https://siktrana.disnakertrans.natunakab.go.id.
Adapun Peta Natuna dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan informasi geospasial dalam perencanaan pembangunan. Melalui konsep Satu Peta, Satu Kolaborasi, sistem ini diharapkan memperkuat keselarasan data spasial dan membantu pemerintah daerah mengambil keputusan berdasarkan informasi kewilayahan. Platform Peta Natuna dapat diakses melalui https://petanatuna.natunakab.go.id.
Inovasi keempat, Sikontrak, dikembangkan untuk mendukung pengelolaan informasi konstruksi dan pembangunan secara terstruktur. Sistem ini diharapkan mempermudah koordinasi, dokumentasi, penelusuran informasi, serta pemantauan kegiatan sesuai tugas dan kewenangan perangkat daerah terkait. Sikontrak dapat diakses melalui https://sikontrak.natunakab.go.id.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi informasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi, tetapi harus diikuti perubahan proses kerja, peningkatan kualitas informasi, penguatan koordinasi antar perangkat daerah, dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
“Harapan kita, inovasi yang telah dibangun ini tidak berhenti setelah kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator selesai. Justru setelah peluncuran, tantangan berikutnya adalah memastikan sistem ini benar-benar berjalan, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan dan masyarakat,” katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.