Pemkab Pasaman Barat lakukan pendampingan keluarga berisiko stunting
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting sebagai salah satu upaya penurunan kasus itu yang berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting masih berada pada angka 26,6 persen.
"Berbagai upaya terus kita lakukan dengan pihak terkait lainnya bagaimana angka stunting di Pasaman Barat dapat menurun," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen di Simpang Empat, Minggu.
Dia menjelaskan pendampingan keluarga berisiko stunting dilakukan terutama pada keluarga dengan calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi bawah dua tahun.
Kegiatan itu difokuskan untuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP), pembiasaan konsumsi makan ikan atau makanan tinggi protein dan mengacu ke pola makan ISI PIRINGKU.
Selain itu, sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Pendampingan itu, kata dia, dilalukan secara bersama mulai dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga(PKK), puskesmas, posyandu, dan jajaran nagari (desa).
"Kita juga meningkatkan capaian KB MKJP (Metode KB Jangka Panjang) dengan pelaksanaan safari KB implant, intrauterine device ( IUD), metode operasi wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP)," kata dia.
Selain itu, melaksanakan sosialisasi pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan, advokasi dan sosialisasi ke sekolah sekolah tentang pendewasaan usia perkawinan.
"Kegiatan ini memotivasi remaja untuk fokus ke pendidikan dan berkarier serta menghindari pernikahan di usia anak," ujar dia.
Pihaknya juga berupaya meningkatkan peran duta genre dalam konselor dan pendidik sebaya untuk menghindari triad kesehatan reproduksi remaja (KRR), seperti seks bebas, napza dan pernikahan dini.
"Tim juga melakukan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Ggenting) berupa bantuan nutrisi, sanitasi dan akses air minum," katanya.
Dia berharap, dengan berbagai upaya itu nantinya angka stunting dapat ditekan sesuai arahan pemerintah pusat.