Pemkab Pati menggandeng perusahaan besar buka pasar UMKM perikanan
Pemkab Pati menggandeng perusahaan besar buka pasar UMKM perikanan
Jumat, 28 Agustus 2026 05:54 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat pembukaan Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan Kemitraan Usaha Kecil dengan Usaha Menengah dan Besar, di Hotel Safin Pati, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2016). ANTARA/HO-Polresta Pati
Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, memperkuat kemitraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perikanan dengan perusahaan besar untuk membuka akses produk perikanan lokal menembus ke pasar modern.
"Kemitraan dengan perusahaan besar harus diarahkan untuk membuka pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Pati. Kalau kerja sama ini berkembang, maka dapat menjadi percontohan bagi pasar modern yang lain untuk menggandeng produk-produk unggulan dari Kabupaten Pati," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat pembukaan Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan Kemitraan Usaha Kecil dengan Usaha Menengah dan Besar, di Hotel Safin Pati, Kamis.
Kegiatan tersebut digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia dengan mempertemukan pelaku UMKM perikanan dengan calon mitra usaha.
Menurut Chandra, penguatan sektor perikanan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi. Pelaku UMKM juga membutuhkan dukungan pembiayaan, pengelolaan keuangan, dan pelatihan agar kapasitas usahanya dapat berkembang.
"Pasar juga perlu kita tingkatkan, terutama kerja sama dengan PT Perikanan dan AEON," ujarnya.
Ia mendorong sejumlah produk perikanan unggulan, seperti udang, lele, nila, dan nila salin dapat masuk ke jaringan distribusi perusahaan dengan memenuhi berbagai ketentuan yang ditetapkan oleh mitra.
Selain memperluas akses pasar, Pemkab Pati juga menyiapkan sektor perikanan untuk mendukung program prioritas Presiden, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemkab Pati juga menyiapkan sektor perikanan untuk mendukung program prioritas Presiden, termasuk MBG.
Chandra menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan ikan dan hasil laut dari pelaku UMKM perikanan lokal.
Ia menilai potensi pengolahan hasil perikanan di Pati masih besar, tetapi belum seluruhnya dioptimalkan.
Salah satu persoalannya adalah akses ke pasar modern yang dinilai dapat membantu meningkatkan nilai jual produk.
"Untuk nila salin, harga pakan yang tinggi menjadi kendala karena Harga Pokok Penjualan (HPP)-nya tidak menguntungkan. Hal yang sama juga terjadi pada budi daya lele dan bandeng," ujar Chandra.
Plt Bupati Pati menyampaikan bahwa kebijakan harga khusus solar non-subsidi sebesar Rp15.000 bagi nelayan menjadi salah satu dukungan terhadap keberlangsungan usaha perikanan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan peluang kerja sama yang diberikan AEON Indonesia.
Dia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai produk unggulan Pati ke jaringan pasar modern.
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny mengapresiasi sinergi Pemkab Pati, perangkat daerah, dan perusahaan dalam mempertemukan UMKM dengan calon mitra usaha.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Chandra ke Kementerian UMKM Republik Indonesia.
"Pelaku UMKM harus menjaga etika, kualitas, dan kuantitas produk ketika bekerja sama dengan mitra perusahaan besar," ujarnya.
Ke depan, Pemkab Pati bersama Kementerian UMKM akan terus memperkuat kemitraan antara UMKM perikanan dengan perusahaan besar, termasuk PT Perikanan Indonesia dan AEON Indonesia.
Pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kapasitas usaha, kualitas dan kuantitas produk, pengelolaan pembiayaan, serta memenuhi standar yang ditetapkan mitra.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta narasumber dari PT Perikanan Indonesia dan PT AEON Indonesia. Adapun peserta kegiatan merupakan pelaku UMKM sektor perikanan di Kabupaten Pati.
Baca juga: Pemkab Pati dukung pelestarian tradisi "Meron" pada peringatan Maulid Nabi
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.