kingsheadwye.com

Pemkab Sorong berdayakan petani OAP jadi pemasok MBG - ANTARA News Papua Tengah

Aimas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melalui Dinas Ketahanan Pangan terus memberdayakan petani Orang Asli Papua (OAP) agar mampu menjadi pemasok bahan pangan bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Iriana Yuni Astuti di Aimas, Selasa, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui kepastian akses pasar.

"Kami ingin sayuran hasil petani OAP bisa masuk ke dapur MBG, sehingga kebutuhan pangan tidak lagi dipasok dari luar daerah, tetapi memanfaatkan hasil produksi petani lokal," katanya.

Ia mengatakan Kabupaten Sorong memiliki potensi pertanian hortikultura yang cukup besar. Berbagai komoditas, seperti cabai, sawi, kangkung, buncis, kacang panjang hingga tanaman palawija, mampu diproduksi petani lokal meski masih terdapat pasokan tambahan dari luar daerah.

Menurut dia, Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan terus bersinergi mendampingi petani, peternak, dan pembudidaya ikan agar mampu meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan program pemberdayaan tersebut difokuskan kepada petani OAP melalui bantuan sarana produksi pertanian dalam skala pekarangan dan lahan kecil, bantuan bibit sayuran, bibit ikan, ternak ayam, hingga pembangunan kandang sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.

"Dalam satu kelompok kami memberikan bantuan secara terpadu, mulai dari bibit tanaman, ayam, ikan, hingga sarana pendukung agar masyarakat dapat mengembangkan usaha pangannya secara berkelanjutan," ujarnya.

Pada 2026, kata dia, anggaran program pemberdayaan ketahanan pangan mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran sehingga dialokasikan sekitar Rp750 juta untuk tiga kelompok penerima, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Selain meningkatkan produksi, Dinas Ketahanan Pangan juga mengedukasi petani mengenai keamanan pangan, antara lain dengan menghindari penyemprotan pestisida menjelang masa panen agar hasil pertanian aman dikonsumsi.

Ia mencontohkan salah satu kampung di Distrik Mayamuk sebagai salah satu kawasan binaan yang mayoritas dihuni petani OAP dan telah mampu memproduksi berbagai jenis sayuran secara mandiri.

Kawasan tersebut, kata dia, diproyeksikan menjadi percontohan bagi pengembangan petani OAP sebagai pemasok bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.

"Kami ingin petani tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki kepastian pasar. Karena itu, kami mendorong hasil pertanian mereka dapat diserap oleh dapur MBG sehingga manfaat anggaran program tersebut juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Sorong," katanya.

Ia menambahkan, rencana tersebut akan diwujudkan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya guna membangun rantai pasok pangan lokal yang berkelanjutan bagi program MBG.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.