kingsheadwye.com

Pemkab Sukamara gandeng UMPR akselerasi pendidikan-peningkatan IPM

Pemkab Sukamara gandeng UMPR akselerasi pendidikan-peningkatan IPM

Rabu, 5 Agustus 2026 20:58 WIB

Image Print

Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Strategi Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sukamara Melalui Akselerasi Pendidikan, yang dihadiri jajaran Rektorat UMPR bersama Pemerintah Kabupaten Sukamara di Aula Kantor Bupati Sukamara. (ANTARA/Universitas Muhammadiyah Palangkaraya)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara menggandeng Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) dalam merumuskan program akselerasi pendidikan sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Rektor UMPR, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP di Palangka Raya, Rabu menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang berbasis riset dan kebutuhan daerah.

"Kedatangan kami adalah mengoleksi pemikiran-pemikiran para penggerak daerah agar terhimpun menjadi sebuah konsep pengembangan Kalimantan Tengah" katanya.

Yusuf mengatakan, kedatangan UMPR bertujuan untuk menyerap pemikiran, konsep, serta saran kebijakan dari pimpinan daerah Sukamara agar dapat dikembangkan menjadi penelitian-penelitian unggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi Kalimantan Tengah, tetapi juga dapat mewarnai kebijakan di tingkat nasional.

Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Strategi Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sukamara Melalui Akselerasi Pendidikan, yang dihadiri jajaran Rektorat UMPR bersama Pemerintah Kabupaten Sukamara di Aula Kantor Bupati Sukamara, Selasa (4/8).

Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Strategi Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sukamara Melalui Akselerasi Pendidikan, yang dihadiri jajaran Rektorat UMPR bersama Pemerintah Kabupaten Sukamara di Aula Kantor Bupati Sukamara. (ANTARA/Universitas Muhammadiyah Palangkaraya)

Yusuf pun mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukamara terhadap pembangunan manusia yang dinilai berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketika pemerintah berkonsentrasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas masyarakatnya, daerah itu dipastikan akan maju. Sukamara memiliki potensi besar karena mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berupaya menggabungkannya dengan peningkatan kualitas pendidikan.

"Jika dua sektor ini dikembangkan secara bersamaan, kami optimistis IPM Sukamara akan meningkat secara signifikan. UMPR siap membersamai dan mendampingi pemerintah daerah mewujudkan target tersebut," katanya.

Sementara itu, Bupati Sukamara, Masduki menjelaskan bahwa FGD tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan IPM Kabupaten Sukamara melalui akselerasi pendidikan.

"Saat ini IPM Kabupaten Sukamara memang masih berada pada posisi kedua terendah di Kalimantan Tengah. Karena itu saya sengaja mengundang seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, kepala desa hingga kepala sekolah untuk bersama-sama mencari solusi meningkatkan IPM," katanya.

Dia menambahkan, pendidikan adalah dasar kemajuan suatu daerah. Daerah tidak akan maju apabila sumber daya manusianya masih lemah. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sukamara.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar adalah masih rendahnya angka masyarakat usia 19–23 tahun yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berdasarkan data yang dipaparkan, hanya sekitar 14,44 persen yang masih menempuh pendidikan tinggi, sedangkan lebih dari 85 persen tidak lagi melanjutkan pendidikan.

"Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama agar pola pikir masyarakat berubah dan pendidikan tinggi menjadi kebutuhan dalam membangun masa depan daerah," katanya.

Menurut Masduki, peningkatan kualitas SDM menjadi sangat penting mengingat Sukamara tengah bersiap menyambut berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), baik di sektor kawasan industri maupun ketahanan pangan.

"Harapan saya, masyarakat Sukamaralah yang menjadi pemain utama dalam berbagai proyek strategis tersebut. Kalau tingkat pendidikan kita hanya SMA ke bawah, mungkin yang terserap hanya tenaga lapangan. Namun apabila anak-anak Sukamara mampu menempuh pendidikan tinggi, mereka dapat mengisi posisi tenaga ahli dan profesional di berbagai sektor pembangunan yang akan hadir di daerah ini," ujarnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara terus memperkuat berbagai program pendidikan, mulai dari pemberian seragam sekolah gratis, penyediaan beasiswa daerah, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, hingga kerja sama dengan UMPR dalam penyediaan beasiswa bagi mahasiswa bidang kesehatan guna memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sukamara.

Masduki juga menegaskan komitmennya memberikan kemudahan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan.

"Saya harapkan seluruh kepala perangkat daerah mempermudah staf yang ingin melanjutkan pendidikan. Jangan dipersulit. Kalau ASN kita memiliki pendidikan yang lebih tinggi dan ilmu yang lebih baik, maka akan semakin mudah bagi kita bersama-sama membangun Kabupaten Sukamara," katanya.

Melalui kolaborasi dan kemitraan erat bersama perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Sukamara berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta siap menjadi penggerak pembangunan daerah.

Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.