Pemkab Sumenep bentuk Forpensi untuk perkuat dukungan imunisasi - ANTARA News Jawa Timur
Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat membentuk Forum Peduli Imunisasi (Forpensi), sebagai upaya memperkuat dukungan pada pelaksanaan program imunisasi di wilayah itu.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah di Sumenep, Sabtu mengatakan, pelaksanaan imunisasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, dan persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah karena memerlukan keterlibatan lintas sektor.
"Kami membutuhkan support system, dukungan bersama, bagaimana imunisasi yang ada di Kabupaten Sumenep ini bisa kita laksanakan. Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dalam memperluas cakupan imunisasi," katanya.
Ia menjelaskan, imunisasi menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian imunisasi. Oleh karena itu, penguatan program imunisasi perlu melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan sejumlah lainnya.
"Semua penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, dengan imunisasi itu saja sebenarnya bisa kita selesaikan.Tetapi kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri,” katanya.
Menurut Ellya, pembentukan Forpensi diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyatukan peran dan kompetensi berbagai pihak dalam mendukung gerakan imunisasi di Kabupaten Sumenep.
Dukungan lintas sektor yang dinilai penting agar pelaksanaan imunisasi dapat berjalan lebih optimal hingga ke masyarakat.
"Melalui pembentukan Forpensi ini, kami lebih fokus pada pendekatan. Kemarin juga kita belajar dari kasus Campak. Jadi ada hikmah yang kita ambil pada saat kasus ini. Kemarin banyak yang membantu kami," katanya.
Selain penguatan pelaksanaan di lapangan, Dinkes-P2KB juga menyoroti masih adanya kekhawatiran masyarakat terhadap imunisasi. Salah satunya menganggap bahwa anak akan mengalami sakit setelah mendapatkan imunisasi.
Kekhawatiran seperti itu, sambung dia, perlu dijawab dengan komunikasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Dukungan berbagai pihak diperlukan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat imunisasi sekaligus menjelaskan berbagai kekhawatiran yang muncul setelah pemberian imunisasi.
Ia menjelaskan, pembentukan Forpensi dilakukan oleh Dinkes-P2KB Sumenep bersama fasilitator dari UNICEF untuk tingkat kabupaten pada 27 Agustus 2026 dan selanjutnya akan ditindak lanjuti di tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Sumenep.
Melalui upaya tersebut, pihaknya yakin, dukungan untuk mensukseskan program imunisasi akan semakin kuat, sehingga program tersebut bisa berjalan secara optimal.
Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.