Pemkab Wondama siapkan lahan 10 hektare untuk Politeknik IS Kijne - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Papua Barat, menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Warayaru, Distrik Teluk Duairi, untuk pembangunan Politeknik IS Kijne sebagai perguruan tinggi pertama di daerah tersebut.
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri dalam keterangan di Manokwari, Sabtu, mengatakan pendirian politeknik bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing untuk menunjang pembangunan ekonomi daerah.
“Kita sudah siapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan Politeknik IS Kijne,” kata Auri.
Rencana tersebut, kata dia, menindaklanjuti nota kesepahaman bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu pada perayaan satu abad nubuatan Izzak Samuel Kijne, pada 25 Oktober 2025.
Peluncuran kampus dijadwalkan November 2026 setelah kajian akademis rampung, sedangkan penerimaan mahasiswa pertama ditargetkan pada 2027 melalui kemitraan dengan Universitas Papua, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Ottow Geissler.
“Pembangunan politeknik ini menindaklanjuti kesepakatan yang telah ditandatangani gubernur dan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa nama politeknik merupakan wujud nyata mengabadikan Pendeta Izaak Samuel Kijne yang memprakarsai sekolah formal pertama bagi orang asli Papua di Aitumeiri, Wasior, pada 25 Oktober 1925.
Dalam seminar kebijakan pendidikan di Rasiei, Jumat (23/10), Auri menjelaskan pengembangan pendidikan vokasi dan perguruan tinggi merupakan satu dari enam agenda menyambut abad kedua peradaban pendidikan di Tanah Papua.
Kebijakan tersebut mengusung filosofi “Membangun Peradaban dari Rumah, Setiap Rumah adalah Sekolah dan Setiap Orang adalah Guru” yang menempatkan keluarga serta masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Agenda lainnya meliputi penguatan literasi dan numerasi sejak usia dini melalui keterlibatan sekolah, keluarga, lingkungan kampung, serta gereja,” ujar Auri.
Selain itu, ujar bupati, pemerintah kabupaten juga melakukan pemerataan penempatan, kedisiplinan, dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan agar pelayanan pembelajaran menjangkau seluruh wilayah secara lebih adil.
Selanjutnya, pemerintah daerah akan membangun basis data terpadu untuk mengidentifikasi anak berisiko putus sekolah serta menentukan satuan pendidikan yang paling mendesak dalam membutuhkan bantuan.
“Pembelajaran juga diarahkan untuk memadukan pengetahuan modern dengan kearifan lokal sehingga peserta didik tetap memahami sejarah dan budaya Wondama,” ujar bupati.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.