Pemkot Ambon perkuat nilai kearifan lokal Pela Gandong untuk merawat kerukunan - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memperkuat nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Rabu, mengatakan penguatan Pela Gandong dilakukan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan instansi terkait, termasuk melalui revitalisasi budaya Panas Pela dan Panas Gandong.
“Melalui nilai kearifan Pela Gandong, generasi muda diajak memahami bahwa perselisihan dan kekerasan hanya membawa kerugian. Kita ingin semua warga menyadari bahwa kita tidak hidup sendiri di kota ini, dan kebersamaan adalah fondasi utama pembangunan Kota Ambon,” kata Bodewin.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan FKUB di Balai Kota Ambon.
Menurutnya, penguatan nilai Pela Gandong menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga kerukunan sekaligus memberikan pembelajaran sejarah dan nilai kebersamaan kepada generasi muda.
Bodewin menegaskan Pemkot Ambon bersama Forkopimda dan FKUB perlu mengedepankan langkah antisipatif dan preventif dalam menjaga kondisi sosial masyarakat.
“Kita tidak ingin seperti pemadam kebakaran—nanti ada konflik baru kita turun. Yang kita inginkan adalah langkah-langkah antisipatif dan tindakan preventif agar tidak timbul kejadian yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk aktif menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi melalui mimbar ibadah, baik khotbah Jumat, khotbah Minggu maupun ritual keagamaan Hindu dan Buddha.
Selain melalui rumah ibadah, Pemkot Ambon merekomendasikan program FKUB Menyapa Sekolah. Melalui program tersebut, tokoh agama dapat menjadi pembina upacara di sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari perilaku yang dapat memicu konflik.
“Generasi muda adalah penerus keberlanjutan kota ini. Anak-anak muda kita harus terus dibentengi dari bahaya balap liar, narkoba, minuman keras, hingga tawuran,” ujarnya.
Bodewin juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi serta menghentikan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media sosial yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Menurutnya, informasi yang keliru atau belum terverifikasi dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat sehingga perlu disikapi secara bijak.
Selain revitalisasi Panas Pela dan Panas Gandong, Pemkot Ambon bersama FKUB dan instansi terkait terus menguatkan program Desa/Kelurahan Toleransi di sejumlah kawasan, yakni Wayame, Hative Kecil, Latta, Nania, Waiheru dan Passo.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.