Pemkot Banjarbaru siapkan perlindungan warga hadapi kabut asap - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan sejumlah langkah perlindungan masyarakat menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.
Kebijakan tersebut diambil karena kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, keselamatan lalu lintas, pendidikan hingga perekonomian.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni di Banjarbaru, Jumat, mengatakan penanganan dampak karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh, karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pendidikan.
Baca juga: Kabut asap karhutla muncul di Landasan Ulin Banjarbaru Jumat dini hari
"Yang perlu kita antisipasi dari karhutla ini bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi dan pendidikan," ujarnya saat memimpin rapat di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
Dia mengatakan jam pembelajaran yang sebelumnya dimulai pukul 07.30 WITA diubah menjadi pukul 09.00 WITA dengan waktu berakhir menyesuaikan jenjang pendidikan. Kebijakan tersebut berlaku bagi SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta satuan pendidikan kesetaraan.
Selama kondisi kabut asap masih terjadi, satuan pendidikan diminta meniadakan aktivitas di luar ruangan dan mewajibkan siswa menggunakan masker sebagai langkah mengurangi risiko paparan asap.
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, katanya, Dinas Perhubungan juga menyiagakan petugas di sejumlah jalur menuju sekolah yang terdampak kabut asap, terutama ketika jarak pandang pengendara mulai terbatas.
Baca juga: Kabut asap mulai selimuti Banjarbaru, Kalsel
Baca juga: Dishub Kalsel minta pengendara nyalakan lampu di area kabut asap
Pemkot Banjarbaru juga mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan dengan menyiapkan dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
BPBD melalui unsur pemadam kebakaran disiapkan membantu distribusi air bersih sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi potensi kekurangan air akibat kondisi kemarau.
Dari sektor kesehatan, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian pemerintah. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 21.323 kasus ISPA secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026, sementara pada Minggu Epidemiologi ke-29 tercatat 879 kasus dan meningkat menjadi 1.099 kasus pada pekan berikutnya.
"Kita akan menghadapi kondisi ini dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Karena itu, kita perlu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi, termasuk dampak kekeringan dan karhutla terhadap masyarakat," kata Sirajoni.
Ia mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Banjarbaru siapkan perlindungan warga hadapi kabut asap
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.