kingsheadwye.com

Pemkot Bogor terapkan "land banking" dukung swasembada pangan - ANTARA News Megapolitan

Bogor (ANTARA) - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama kelompok tani  melakukan panen raya padi di wilayah Katulampa, Bogor Timur,  Senin (5/10/2026).

Wakil Wali Kota Bogor menyampaikan kegiatan yang dilakukan untuk mendukung program pemerintah pusat yakni swasembada dan memperkuat  ketahanan pangan.

“Di lahan yang sama-sama kita pijak ini kurang lebih 5 hektar. Saya rasa ini menjadi sebuah syiar dan keterlibatan Pemkot Bpgor dengan luas lahan yang terbatas, kita mendukung pemerintah pusat dalam menciptakan swasembada pangan,” kata Jenal  Mutaqin.

Pemkot Bogor menyampaikan bahwa lahan pertanian yang telah ditetapkan untuk dikembangkan seluas 58 hektar, namun dari hasil verifikasi ulang informasi terkait lahan tersebut berkurang menjadi 35-36 hektar. 
Hal ini menjadi perhatian Pemkot Bogor untuk mengidenfikasi ulang mengenai luas lahan yang akan dikembangkan.

“Dari hasil verifikasi ulang informasinya berkurang, setidaknya ini menjadi perhatian dan pembelajaran buat kita. Pemkot Bogor akan mengundang Dinas Pertanian bersama aparat wilayah untuk memastikan bahwa Perda yang sudah kita tetapkan 58 hektar itu harus betul-betul setidaknya konsisten,” ucap Jenal.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, menyatakan Pemkot diperbolehkan melakukan konsep land banking untuk mengantisipasi alih fungsi lahan serta menjamin ketersediaan areal pangan di tengah laju pembangunan.

Pemkot Bogor akan mencoba menerapkan konsep land banking ini dengan tujuan untuk mensejahterakan para petani yang memiliki lahan yang akan dikembangkan menjadi lahan pertanian. Pemkot Bogor menyatakan bahwa para petani tersebut akan diberikan kompensasi keringanan berupa pembebasan pajak PBB sampai dengan 75 persen.

Dalam penerapan konsep land banking ini, Pemkot Bogor akan mencoba untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan rencana kebutuhan barang milik daerah (RKBMD) dengan memastikan ketersediaan lahan yang ada.

Jenal menambahkan lahan pertanian bukan sekedar sektor yang diharapkan untuk mendapatkan sebuah pendapatan daerah, tetapi juga untuk menjadikan lahan sebagai lahan resapan air, agar air tersebut berhenti di Kota Bogor tidak mengalir menjadi air permukaan ke daerah Bekasi maupun Jakarta. 
 

Pewarta: Alif Rahman Aulia
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.