Pemkot Mataram mengimbau guru bantu pengawasan MBG secara preventif di sekolah
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau guru dan pihak sekolah diharapkan turut berkontribusi dalam pengawasan sebagai upaya preventif dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, Sabtu, mengatakan, pengawasan makanan memang bukanlah tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama para guru, sebab tugas utama guru adalah mengajar. Namun, kerelaan dan inisiatif guru di sekolah sangat dibutuhkan sebagai langkah preventif mencegah adanya keracunan.
Dikatakan, bapak dan ibu guru tugas utamanya adalah mengajar. Tetapi tidak ada salahnya jika mengambil inisiatif membantu melakukan pengecekan manakala ada kecurigaan atau kekhawatiran terkait kondisi makanan.
"Itu memang bukan tupoksi utama guru, melainkan ikhtiar kebaikan bersama demi keamanan anak-anak dan mendukung suksesnya program unggulan pemerintah pusat," katanya.
Pemerintah Kota Mataram, katanya, berkomitmen penuh untuk mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Karena itu, langkah preventif guna mengantisipasi potensi insiden seperti kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di luar daerah dinilai sangat penting.
Program itu dirancang sebagai skenario besar untuk mempersiapkan generasi mendatang melalui pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan. MBG menjadi program mulia untuk menyiapkan pemenuhan gizi anak-anak.
"Kita berharap kejadian-kejadian di luar Mataram atau di luar Nusa Tenggara Barat, seperti keracunan dan lain sebagainya, tidak terjadi di Mataram," katanya.
Setiap dapur penyedia diwajibkan memenuhi kualifikasi serta standar kelayakan sebelum makanan dirilis dan dibagikan. Selain itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta mengambil inisiatif lebih dan meningkatkan porsi kerja pengawasan di atas standar biasa.
Misalnya, Dinas Kesehatan melalui tenaga gizi di setiap Puskesmas diterjunkan secara aktif untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap potensi risiko yang dapat merugikan kesehatan anak-anak.
"Dengan pengawasan berjenjang mulai dari dapur penyedia, petugas puskesmas, hingga kewaspadaan di lingkungan sekolah, kami optimistis pelaksanaan program MBG di Kota Mataram dapat berjalan aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026