Pemkot Palembang bagikan 15.000 masker cegah dampak kabut asap
Pemkot Palembang bagikan 15.000 masker cegah dampak kabut asap
Jumat, 16 Oktober 2026 20:04 WIB
Pemkot Palembang membagikan masker secara gratis kepada pengguna jalan di wilayah setempat, Jumat. ANTARA/Edo Purmana
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan membagikan sebanyak 15.000 masker secara gratis kepada masyarakat di daerah itu untuk mencegah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim di Palembang, Jumat mengatakan bahwa pembagian masker dilakukan untuk melindungi masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan di tengah kepungan kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat.
Dia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan lampu merah Angkatan 66 dan ruas Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), Palembang.
"Kegiatan hari ini kami laksanakan serentak sesuai instruksi Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Kita membagikan masker di setiap persimpangan yang ada di Kota Palembang," ujar Aprizal Hasyim.
Sebanyak 15.000 masker dibagikan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.
Penerima masker meliputi pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, serta warga yang melintas di lokasi-lokasi tersebut.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Palembang berharap masyarakat dapat memanfaatkan masker yang diberikan sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Aprizal juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Menurutnya, menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
"Saya mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan asap, mencemari udara, serta mengganggu kesehatan," ujar Aprizal.
Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026