Pemkot Sawahlunto minta PDAM mitigasi risiko kekurangan air bersih
Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto, Sumatera Barat mengingatkan PDAM mengantisipasi risiko kekurangan persediaan air bersih serta mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat.
"PDAM harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi seperti kemarau sekarang yang dapat mempengaruhi ketersediaan air," kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra saat melantik Yufron sebagai Direktur PDAM Kota Sawahlunto periode 2026–2031 di Sawahlunto, Kamis.
Ia meminta standar pelayanan yang telah berjalan harus tetap dipertahankan, terutama dalam merespons pengaduan masyarakat.
"Pada masa Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PDAM sebelumnya, Marwan, setiap pengaduan gangguan layanan yang disampaikan melalui media sosial langsung direspons dan ditindaklanjuti di lapangan," kata dia.
Menurut Wali Kota, standar itu harus dipertahankan dan menekankan agar jangan ada pengaduan masyarakat yang dibiarkan begitu saja, tetapi wajib ditindaklanjuti.
"Tanggapi pengaduan pelayanan tersebut dengan kerja cepat, kerja ikhlas, dan kerja cerdas,” katanya.
Ia meminta jajaran PDAM memperkuat koordinasi, inovasi, dan ketekunan dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal.
Kondisi peralatan serta jaringan pelayanan yang ada, menurut dia, membutuhkan kreativitas agar gangguan pelayanan dapat segera ditangani.
Sementara Direktur PDAM Kota Sawahlunto Yufron mengatakan komitmen berupaya memperkecil tingkat kebocoran air sebagai bagian dari peningkatan pelayanan.
“Kita berusaha memperkecil kebocoran air, itu menjadi prioritas,” ujar Yufron.
Yufron mengatakan upaya mengurangi kebocoran menghadapi tantangan karena kondisi topografi Sawahlunto yang berbukit-bukit serta jaringan pipa yang sebagian sudah berusia tua.
Ia mengatakan pengalaman berkarier di PDAM Sawahlunto menjadi modal untuk memahami persoalan operasional perusahaan dan mempercepat pencarian solusi atas berbagai kendala pelayanan.