Pemkot Sawahlunto perkuat SDM dan teknologi untuk hilirisasi kopi
Sawahlunto, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat pengembangan komoditas kopi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong hilirisasi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih mengatakan luas perkebunan kopi di daerah itu mencapai 104,88 hektare dan berpotensi terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat membudidayakan tanaman kopi.
"Dengan kondisi tersebut, kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan," kata Heni di Sawahlunto, Sumbar, Senin.
Pelatihan yang berlangsung hingga 4 September 2026 tersebut diikuti 16 peserta yang terdiri atas petani, pemuda, dan pelaku usaha kopi dari masing-masing kecamatan di Kota Sawahlunto.
Pembelajaran diberikan melalui praktik langsung oleh praktisi kopi Beby Candra dan Fahmi Idris.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan peningkatan kapasitas SDM harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi agar produktivitas dan kualitas produk kopi semakin baik.
Ia mendorong peserta aktif mempraktikkan materi dan berdiskusi dengan instruktur selama pelatihan.
"Peningkatan kapasitas SDM harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi agar produktivitas dan kualitas produk kopi semakin baik," katanya.
Dukungan teknologi pengolahan juga diperkuat melalui penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada Kelompok Tani Harapan Baru, Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin.
Bantuan tersebut berupa mesin pengupas kulit biji kopi basah dan kering, mesin sangrai, mesin penggiling, dan mesin pengemasan produk kopi.
Instruktur pelatihan yang merupakan praktisi dan petani kopi, Beby Candra mengatakan kegiatan bertani perlu mempertimbangkan ilmu yang bersumber dari pengalaman dan referensi ilmiah.
Perbedaan cara dalam bertani, menurut dia, sebaiknya menjadi bahan diskusi dan bukan perdebatan.
"Semangat sudah bagus, makanya harus diiringi ilmu agar kerja keras dalam membudidayakan kopi ini hasilnya bisa lebih maksimal. Istilahnya kerja keras diiringi dengan kerja cerdas," katanya.
Pemkot Sawahlunto berkomitmen memfasilitasi pengembangan komoditas kopi melalui peningkatan kapasitas petani, akses teknologi, dan penguatan jejaring dengan berbagai pihak.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat proses produksi dan pengolahan serta meningkatkan nilai tambah produk kopi dan peluang usaha bagi petani, pemuda, dan pelaku usaha.