Pemkot sebut penataan Pasar Cisalak Depok perlu pendekatan persuasif pada pedagang - ANTARA News Megapolitan
Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mendukung penataan Pasar Cisalak yang pelaksanaannya harus mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang.
“Pendekatan persuasif harus diutamakan karena para pedagang berjualan untuk mencari nafkah, bukan melakukan kejahatan. Yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi agar pedagang yang masih berjualan di bahu jalan bersedia pindah ke dalam pasar,” kata Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah di Depok, Kamis.
Menurut Chandra, penataan Pasar Cisalak menjadi penting karena pasar menjadi salah satu potret ketertiban dan keindahan kota.
Selain itu, Pasar Cisalak juga berada di Jalan Raya Bogor yang merupakan jalan nasional dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
Menurut Chandra, kondisi saat ini aktivitas perdagangan sudah memakan bahu Jalan Raya Bogor, sehingga patut untuk segera dibenahi.
Dalam hal ini, Chandra menegaskan penataan Pasar Cisalak tidak hanya bertujuan menciptakan ketertiban lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
Melainkan juga mendorong optimalisasi pengelolaan pasar, termasuk sektor perparkiran yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami akan mengupayakan penataan Pasar Cisalak dapat segera direalisasikan. Pasar ini sudah menjadi perhatian kami dan diharapkan nantinya mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Depok,” ucapnya.
Chandra juga mengingatkan kepada perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendukung penuh proses penataan agar berjalan sesuai rencana.
“Saya harap sinergi antarperangkat daerah bersama seluruh pihak di lapangan terus berjalan. Dengan kerja sama yang baik, penataan Pasar Cisalak dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian Chandra.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.