Pemkot Sorong mitigasi perubahan iklim dengan data emisi - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya mulai menginventarisasi data emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor untuk mendukung upaya pengendalian pencemaran udara dan mitigasi perubahan iklim.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong Angelia J Wermasubun di Sorong, Selasa, mengatakan inventarisasi tersebut diawali dengan sosialisasi yang melibatkan berbagai sektor penyumbang emisi, pelaku usaha, mitra pembangunan, serta organisasi perangkat daerah terkait.
“Kami perlu menginventarisasi terlebih dahulu sektor-sektor yang menjadi penyumbang emisi terbesar karena saat ini kami belum memiliki data emisi yang cukup akurat,” katanya.
Ia menjelaskan sejumlah sektor yang berpotensi menyumbang emisi gas rumah kaca, antara lain penggunaan bahan bakar, energi, dan pertanian.
Data tersebut diperlukan sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Dia menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup telah menyediakan aplikasi Sign Smart untuk membantu penghitungan data emisi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menghimpun data dari berbagai sektor agar dapat diolah dan dimasukkan ke dalam sistem tersebut.
Angelia mengatakan data yang dikumpulkan dalam tahap awal mencakup periode 2024 dan 2025. Selanjutnya, pengumpulan dan pemutakhiran data akan dilakukan secara berkelanjutan agar informasi emisi di Kota Sorong semakin akurat.
DPPLH Kota Sorong juga menyiapkan Sistem Informasi Inventarisasi Gas Rumah Kaca (SIGRK) Kota Sorong yang dirancang untuk menyajikan informasi lingkungan secara terpadu.
Sistem tersebut nantinya tidak hanya memuat data emisi gas rumah kaca, tetapi juga informasi volume sampah, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), indeks kualitas air dan udara, serta data perizinan lingkungan.
Ia berharap, ketersediaan data tersebut dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi sumber pencemaran dan menyusun kebijakan lingkungan yang lebih tepat sasaran.
Ia mengatakan penghitungan emisi gas rumah kaca di Kota Sorong masih berada pada tahap awal karena data dasar yang diperlukan belum tersedia secara memadai.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.