kingsheadwye.com

Pemkot Yogyakarta tingkatkan daya saing daerah melalui pemanfaatan AI

Pemkot Yogyakarta tingkatkan daya saing daerah melalui pemanfaatan AI

Minggu, 30 Agustus 2026 07:51 WIB

Image Print

Kantor Wali Kota Yogyakarta di Kompleks Balai Kota Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, AI dinilai harus dimanfaatkan untuk membangun kemandirian dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, karena itu, arah kebijakan pemkot di era AI tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga perlindungan UMKM melalui regulasi, personalisasi layanan bagi warga dan pelanggan, peningkatan efisiensi pelayanan, serta penguatan citra Yogyakarta.

"Pemanfaatan AI tersebut didukung fondasi transformasi digital pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 95 Tahun 2018," katanya.

Dia juga mengatakan transformasi digital pemerintahan tidak boleh berhenti pada efisiensi layanan. Oleh sebab itu, digitalisasi harus menjadi fondasi yang membuka peluang bagi dunia usaha untuk tumbuh lebih cepat.

"Data yang terbuka dan saling terhubung, proses perizinan yang lebih cepat, tata kelola transparan, serta ekosistem inovasi menjadi bagian penting untuk menciptakan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.

Lebih lanjut, perkembangan perdagangan digital juga menghadirkan tantangan bagi UMKM, penjualan ritel secara daring pada 2025 berada di kisaran 13 sampai 18 persen diproyeksikan meningkat menjadi 28 sampai 33 persen pada 2026.

"Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas, namun sekaligus membuat UMKM menghadapi persaingan yang semakin terbuka," katanya.

Dia mengatakan dunia usaha berperan menghadirkan inovasi, investasi, dan lapangan kerja, pemerintah menyediakan regulasi, infrastruktur digital, dan data terbuka, oleh karena itu dunia usaha dan pemerintah bersama mempercepat adopsi AI di kalangan UMKM.

"Upaya ini dapat dilakukan melalui pendampingan digital marketing berbasis AI, akses pembiayaan dan pasar melalui kemitraan, pelatihan literasi teknologi, serta promosi produk lokal ke pasar nasional dan global," katanya.

Dengan demikian, kata dia, AI diharapkan tidak hanya menjadi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi lokal.

"Pemkot Yogyakarta ingin memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan UMKM, penguatan inovasi, dan pembangunan kemandirian ekonomi di tengah persaingan yang semakin kompetitif," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026