Pemprov Babel bedah 3.511 rumah jadi hunian layak huni - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membedah 3.511 unit rumah warga berpenghasilan rendah menjadi hunian layak huni, guna mendukung program 3 juta rumah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah itu.
"Kita optimistis target program bedah rumah tahun ini terealisasi dengan baik," kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kepulauan Babel, Arifiyanto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan Dinas PUPRPRKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 akan membedah 3.511 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni, sebagai komitmen pemerintah daerah menyukseskan program 3 juta rumah.
"Hingga minggu ke-3 September tahun ini, kita sudah merealisasikan 1.947 unit rumah, sementara sisanya masih proses verifikasi dan sedang dalam pengerjaan rumah menjadi layak huni," ujarnya.
Ia menyatakan bantuan rumah layak huni tahun ini difokuskan di daerah-daerah pesisir yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Babel yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.
"Masing-masing penerima manfaat bedah rumah ini mendapatkan bantuan Rp20 juta dengan rincian Rp17.500.000 untuk pembelian bahan bangunan dan sisa upah pekerja dalam membedah rumah tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan syarat untuk mendapatkan bantuan program BSPS ini diantaranya rumah tersebut tidak layak huni, lahan dan rumah milik sendiri, berpenghasilan rendah dan lainnya.
"Sebetulnya, pelaksanaan bedah rumah ini difokuskan untuk menjawab dua persoalan utama perumahan yakni masih rendahnya kepemilikan rumah serta tingginya jumlah masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.