Pemprov - Bulog Jambi gelar GPM di delapan wilayah - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berkolaborasi dengan Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jambi menggelar gerakan pangan murah (GPM) secara serentak di delapan wilayah kabupaten/kota dalam rangka memperingati hari pangan sedunia.
"Penyediaan berbagai komoditas ini merupakan bentuk komitmen Bulog mendukung GPM sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Jambi Wiwin Indratno di Kota Jambi, Kamis.
Pusat kegiatan dipusatkan di halaman Gudang Bulog Pasir Putih, Kota Jambi. Selain di ibu kota provinsi, GPM juga dilaksanakan serentak di Kabupaten Bungo, Tebo, Sungai Penuh, Kerinci, Sarolangun, Merangin, hingga Tanjung Jabung Barat guna menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga komoditas pokok.
Wiwin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan pasokan komoditas pokok secara maksimal selama dua hari pelaksanaan GPM di Gudang Pasir Putih.
Seluruh bahan pangan yang dijual dipatok di bawah harga eceran tertinggi (HET), dengan rincian gula pasir dijual seharga Rp17.500 per kilogram, MinyaKita Rp15.500 per liter, beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Rp58.000 per kemasan lima kilogram, serta beras premium Rp76.000 per kemasan lima kilogram.
Selain melalui kegiatan berkala seperti GPM, Bulog Jambi juga menyediakan layanan penjualan komoditas pokok rutin setiap hari kerja mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB di area depan Gudang Bulog Pasir Putih, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu pelaksanaan kegiatan khusus.
Bulog Jambi turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu maupun khawatir terhadap stok pangan di wilayah Jambi.
Melalui program Bulog siaga dan koordinasi dengan jajaran cabang di daerah, sinergi antara Pemprov Jambi dipastikan terus berjalan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah," ujar dia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah mengatakan bahwa GPM menjadi instrumen penting pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi harga pangan yang berfluktuasi.
"Pemerintah harus hadir untuk menjamin ketersediaan pasokan dan menjaga kestabilan harga. Antusiasme masyarakat yang tinggi pada program-program sebelumnya menunjukkan bahwasanya penyediaan pangan murah ini memang sangat dibutuhkan," kata Johansyah.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan GPM kali ini, komoditas beras dan minyak goreng menjadi perhatian utama mengingat tingkat konsumsi dan kebutuhan rumah tangga yang tinggi terhadap kedua bahan pokok tersebut.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.