kingsheadwye.com

Pemprov Gorontalo dorong KNMP jadi penggerak ekonomi pesisir Gorontalo - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak berhenti pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi mampu berkembang menggerakkan ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Gorontalo Mohamad Dikky Sidiki mengatakan konsep Kampung Nelayan dirancang untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan melalui pengelolaan berbasis koperasi.

“Konsepnya semua nelayan itu menjadi anggota, kemudian ada kesepakatan bersama untuk mengatur bagaimana pola hasil tangkapan itu dibeli, dijual kembali, atau diproduksi sehingga memiliki nilai tambah,” ujarnya di Gorontalo, Senin.

Menurut dia, salah satu persoalan yang kerap dihadapi nelayan adalah menjaga kualitas ikan selama melaut, terutama ketika jarak tempuh mencapai tiga hingga empat jam atau lebih.

Karena itu, Kampung Nelayan dilengkapi fasilitas produksi es yang dapat digunakan nelayan untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan hingga kembali ke darat.

Selain itu, tersedia fasilitas penyimpanan ikan membuat hasil tangkapan yang belum terserap pasar bisa disimpan sehingga tidak dijual terpaksa dengan harga rendah.

“Di situ juga ada fasilitas untuk perbaikan kapal, jadi ada bengkel. Ada juga gerai atau toko yang bisa menjual hasil-hasil nelayan seandainya koperasi sudah mampu melakukan produksi,” katanya.

Dikky menilai keberadaan fasilitas tersebut membuka peluang bagi nelayan untuk tidak hanya menjual ikan dalam bentuk hasil tangkapan, tetapi mengembangkan pengolahan yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.

Namun, ia mengatakan keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, melainkan kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola fasilitas dan menjalankan kegiatan usaha.

Menurutnya, koperasi menjadi bagian penting karena seluruh nelayan diarahkan menjadi anggota dan memiliki kepentingan bersama dalam mengelola hasil tangkapan.

“Kalau kemampuan pengurus koperasinya bagus, itu pasti ada hasil yang cukup signifikan yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Ia mengatakan pola tersebut membutuhkan perubahan cara pandang masyarakat, khususnya dalam membangun kekuatan ekonomi secara kolektif melalui kerja sama dan pengelolaan usaha bersama.

Dikky menilai model koperasi nelayan juga telah lama diterapkan di sejumlah negara, termasuk Jepang, yang mampu memberikan keuntungan kepada nelayan meski sebagian armadanya masih menggunakan kapal berukuran kecil.

Ia berharap konsep serupa dapat berkembang di Gorontalo sehingga hasil tangkapan nelayan dapat terserap dan tidak banyak yang terbuang hanya karena tidak langsung mendapatkan pembeli.

Bappeda mencatat Pemerintah Provinsi Gorontalo sebelumnya telah mengusulkan sekitar 60 titik KNMP, dengan sekitar 30 titik direncanakan dibangun pada tahap berikutnya hingga akhir 2026.

Sementara itu, sejumlah Kampung Nelayan yang telah berdiri di antaranya berada di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo.

Dikky mengatakan pengelolaan dan evaluasi lebih rinci terhadap pemanfaatan aset KNMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota sesuai lokasi pembangunan.

Dengan pengelolaan yang optimal, KNMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan bagi nelayan, tetapi juga membentuk rantai ekonomi dari penyediaan kebutuhan melaut, penyimpanan hasil tangkapan hingga pengolahan dan pemasaran produk perikanan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Gorontalo dorong KNMP jadi penggerak ekonomi pesisir Gorontalo

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.