Pemprov Sulteng: Keluarga harus komitmen terhadap pola asuh anak
Pemprov Sulteng: Keluarga harus komitmen terhadap pola asuh anak
Minggu, 19 Juli 2026 20:26 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido memberikan penguatan dalam kegiatan kampanye Anak Ceria dalam pola pengasuhan anak di Kota Palu, Minggu (19/7/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengatakan keluarga inti harus memiliki komitmen yang kuat terhadap pola pengasuhan anak yang mana sehat dan penuh kasih sayang sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar mereka.
"Anak adalah aset bangsa, maka generasi itu harus dirawat dengan baik, dan hak-hak dasarnya harus terpenuhi optimal, terutama di lingkungan keluarga," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido dalam kegiatan Kampanye Anak Ceria di Palu, Minggu.
Ia mengemukakan kampanye itu menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya pola pengasuhan anak yang berkualitas, sekaligus penguatan keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Melalui pendekatan anak ceria diharapkan setiap anak memperoleh lingkungan pengasuhan yang mantap, dan mendapatkan dukungan optimal dari kedua orang tua dalam berbagi aktivitas.
Salah satu fokus utama yang terus diperkuat, yakni peningkatan peran keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan maupun tumbuh kembang anak.
"Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak-anaknya. Kehadiran ayah yang aktif dalam keluarga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, sosial, maupun karakter anak," ucapnya.
Dia menjelaskan kegiatan diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan keseriusan pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat dalam pemenuhan dasar anak.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin mengatakan pemerintah kota (pemkot) kampanye tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah ramah anak.
Lewat kolaborasi antar-pemerintah daerah, pusat, maupun pemangku kepentingan diharapkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (HATI) semakin memperkuat budaya pengasuhan yang positif.
"Semua itu dilakukan untuk melahirkan generasi yang sehat, tangguh dan siap menyongsong Indonesia emas 2045," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026