kingsheadwye.com

Pemprov Sumsel mengoptimalkan GSMP perkuat ketahanan pangan

Pemprov Sumsel mengoptimalkan GSMP perkuat ketahanan pangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:05 WIB

Image Print

Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengoptimalkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir.

"Program GSMP yang dijalankan sejak beberapa tahun terakhir kini mulai dirasakan manfaatnya, sehingga perlu dioptimalkan lagi," kata Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, di Palembang, Jumat.

Menurut dia, melalui GSMP, provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu mampu meningkatkan produksi beras, jagung, dan bahan pangan lainnya.

Produksi beras Sumsel setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2021 mencapai 2,55 juta ton, 2022 menjadi 2,77 juta ton, pada 2023 menjadi 2,83 juta ton, dan pada 2024 naik menjadi 2,84 juta ton, pada 2025 mencapai 3 juta ton dan tahun ini diprediksi bisa mencapai 4 juta ton dari lahan sawah sekitar 500 ribu hektare.

Sedangkan produksi jagung berdasarkan data semester pertama 2026 sekitar 126 ribu ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen atau meningkat 6.345 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen mencapai 170 ribu ton.

Produksi jagung tersebut dari kebun petani yang luasnya mencapai 18.906 hektare dengan produktivitas rata-rata 66,06 kuintal per hektare.

"Dengan mengoptimalkan GSMP, produksi pangan tersebut diharapkan bisa terus meningkat dan menjadikan provinsi ini semakin tangguh serta masyarakatnya sejahtera," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk mengoptimalkan GSMP, pihaknya mengajak ibu-ibu rumah tangga di seluruh kabupaten dan kota dalam provinsi setempat memanfaatkan pekarangan rumah dengan beternak dan berkebun.

Pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan yang bisa menghasilkan pangan perlu digalakkan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan kebutuhan pokok di pasar.

Pekarangan rumah meskipun luasnya terbatas, dapat dimanfaatkan untuk budi daya ikan dan beternak ayam, menanam aneka jenis sayuran dan pohon buah-buahan.

"Jika kegiatan budi daya, beternak, dan menanam memanfaatkan pekarangan dilakukan ibu-ibu rumah tangga bersama keluarga secara masif, sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi sendiri sesuai dengan tujuan GSMP," ucapnya.

Pewarta: Yudi Abdullah
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026