Pengembang perumahan di Kotim wajib menyediakan sumur bor dan hidran
Pengembang perumahan di Kotim wajib menyediakan sumur bor dan hidran
Sabtu, 19 September 2026 21:30 WIB
Bupati Halikinnor saat ikut turun ke lokasi kebakaran di Jalan Tjilik Riwut Sampit, beberapa waktu lalu. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akan mewajibkan pengembang perumahan membuat sumur bor dan hidran di setiap perumahan yang dibangun, sebagai antisipasi kondisi darurat seperti kebakaran dan kekeringan.
"Tolong instansi teknis ingatkan ini dalam regulasi supaya pengembang itu wajib merealisasikan pembuatan sumur bor dan hidran di lokasi perumahan yang mereka bangun. Saya minta ini jadi perhatian," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Sabtu.
Penegasan ini disampaikannya sebagai evaluasi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah ini dalam beberapa bulan terakhir hingga saat ini. Kebakaran tidak hanya terjadi di semak belukar, tetapi juga menjalar ke lahan kosong dekat permukiman, bahkan sudah beberapa kali bangunan warga ikut terbakar akibat karhutla.
Halikinnor mengakui kebakaran lahan yang terjadi di Sampit cukup sporadis. Petugas sering dibuat kewalahan ketika terjadi banyak kebakaran di lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan.
Parahnya, kini kebakaran di Sampit yang meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang banyak terjadi dekat perumahan warga sehingga kerap menimbulkan kepanikan. Kondisi diperparah oleh semakin sulitnya mendapatkan sumber air untuk memadamkan kebakaran akibat kemarau panjang.
Sudah beberapa kali dalam sehari terjadi lebih dari 20 kali kebakaran lahan yang lokasinya dekat perumahan. Hal ini yang kemudian membuat pemerintah memprioritaskan penanganan kebakaran lahan dekat perumahan agar tidak sampai menjalar ke rumah warga dan mengancam keselamatan.
Untuk itulah Halikinnor mengingatkan agar setiap perumahan dilengkapi sumur bor dan hidran. Harapannya, sumur bor dan hidran bisa menjadi sumber air untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran bangunan maupun lahan yang lokasinya dekat dengan perumahan.
Setidaknya keberadaan sumur bor bisa menjadi sumber air bagi warga untuk membasahi lahan kosong di sekitar perumahan agar tidak mudah terbakar. Selain itu, ini juga bisa menjadi sumber untuk upaya pemadaman cepat sambil menunggu bantuan regu pemadam kebakaran datang ke lokasi perumahan tersebut.
"Jangan ketika kejadian kebakaran selalu menyalahkan pemerintah. Pengembang perumahan juga harus ikut mengantisipasi situasi seperti sekarang ini," tegas Halikinnor.
Pemerintah daerah juga memikirkan antisipasi karhutla untuk jangka panjang. Rencananya pemerintah daerah akan membuat lebih banyak lagi sumur bor, khususnya di lokasi rawan kebakaran lahan serta lokasi-lokasi strategis seperti bangunan layanan publik dan perumahan warga sehingga memudahkan untuk pemadaman api jika terjadi kebakaran.
Harapannya, sumur bor bisa menjadi solusi sumber air ketika kemarau panjang menyebabkan anak sungai dan parit menjadi kering. Selain untuk pemadaman kebakaran, sumur bor bisa menjadi sumber air bersih bagi masyarakat ketika terjadi kekeringan.
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.