Penjualan tiket MotoGP Mandalika 42 persen - ANTARA News Kalimantan Selatan
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan progres penjualan tiket MotoGP di Sirkuit Mandalika hingga saat ini sudah mencapai 42 persen.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengakui berdasarkan laporan yang diterimanya dari Injourney, penjualan tiket MotoGP hingga saat ini sudah mencapai 42 persen.
"Progres tiket informasi-nya sudah 42 persen. Itu informasi terakhir yang saya dapatkan dari Injourney," ujarnya di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan meski perhelatan MotoGP masih tinggal satu bulan lagi, namun dirinya optimis angka penjualan terus merangkak naik hingga hari pelaksanaan pada 9-11 Oktober 2026.
"Masih ada waktu untuk menjual tiket meski kita berharap ini bisa cepat lagi, tapi kita juga tidak memaksa karena bicara pasar. Meski begitu ini progres yang bagus kita dapatkan," kata Aulia.
Menurut Aulia, sebagai tuan rumah tentu pemerintah daerah berharap penjualan tiket bisa mencapai 100 persen. Namun, untuk bisa cepat itu tentunya penyelenggara sudah memiliki strategi penjualan. Mengingat, target penonton pelaksanaan MotoGP tahun ini 140-150 ribu orang.
"Kalau tahun 2025 itu bisa 140 ribu lebih, kita harap untuk tahun ini bisa lebih dari itu. Tetapi, pada dasarnya bicara target pasti ada hitung-hitungannya. Karena kita beli tiket ini bicara juga tempat duduk. NTB sebagai tuan rumah tentunya progres-nya terus tumbuh, sehingga lebih baik dari tahun lalu, lebih bagus, lebih ramai, dan lebih berdampak (ekonomi)," terangnya.
Terkait konsep MotoGP tahun ini, Aulia, menyatakan tidak ada yang berubah seperti pada MotoGP tahun lalu. Namun, menurutnya kalau pun ada yang berbeda, yakni kehadiran dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Aji di kelas Moto2, sehingga menambah daya tarik pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
"Tapi seperti apa teknis-teknis konsep kegiatan yang dilakukan pasti nantinya akan menyesuaikan, salah satunya soal parade pembalap," ujar Aulia.
Lebih lanjut, Aulia, mengatakan mengantisipasi kedatangan penonton tentu semua akses menuju NTB harus dibuka, khususnya konektivitas transportasi. Utamanya, transportasi udara bagaimana menambah frekuensi penerbangan langsung ke Lombok dari sejumlah daerah di tanah air.
"Konektivitas ini pasti akan berdampak, karena akan ada ratusan ribu orang yang akan datang ke Lombok, baik melalui udara, darat, dan laut, khususnya dari daerah lain seperti Yogyakarta," katanya.
Sebelumnya, Asisten 2 Setda Pemprov NTB, Lalu Moh Faozal, mengatakan pemerintah daerah menargetkan jumlah penonton sebanyak 140 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan MotoGP.
"Target kita 65 ribu pada hari puncak. Total tiga hari sekitar 140 ribu. Itu target, tapi semoga bisa lebih," ujarnya.
Diketahui jumlah penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika sejak pertama kali digelar tahun 2022 terus meningkat. Pada tahun 2022, jumlah penonton tercatat sebanyak 102.801 orang, tahun 2023 sebanyak 102.929 orang. Tahun 2024 sebanyak 121.252 orang, dan tahun 2025 sebanyak 140.324 orang.
Pewarta: Nur Imansyah
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.