Perang Retorika Terbaru AS, Donald Trump Klaim Iran “Benar-Benar Runtuh”
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menebar retorika perang. Trump mengklaim Iran sedang “benar-benar runtuh”, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dasar pernyataannya.
“Iran benar-benar runtuh!! Presiden DJT,” tulis Trump melalui platform Truth Social pada Senin.
Pernyataan tersebut mengulang klaim Trump sebelumnya mengenai kondisi ekonomi dan militer Iran yang disebutnya semakin terpuruk akibat tekanan Amerika Serikat.
Trump Klaim Ekonomi dan Militer Iran Terpuruk
Pada Jumat, Trump mengatakan Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, tetapi menurutnya Teheran belum siap menerima kesepakatan yang dianggap tepat oleh pemerintah AS.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat,” kata Trump kepada wartawan.
Trump kemudian menggambarkan kondisi Iran sebagai negara yang menghadapi tekanan ekonomi dan militer berat.
Ia mengklaim Iran tidak memiliki cukup uang, angkatan laut, maupun angkatan udara, serta menyebut pemerintah Iran kesulitan membayar tentara dan polisi.
Trump juga mengeklaim tingkat inflasi Iran telah mencapai 350 persen.
Namun, klaim tersebut disampaikan Trump tanpa memberikan rincian sumber maupun data pendukung dalam pernyataannya.
Menteri Keuangan AS Sebut “Economic D-Day”
Tekanan terhadap Iran juga diperkuat pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Pada Minggu, Bessent mengatakan Amerika Serikat memasuki apa yang disebutnya sebagai “economic D-Day” terhadap Iran.
Bessent mengeklaim pemerintahan Trump telah melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran.
“Presiden Donald Trump telah membongkar kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya,” tulis Bessent melalui platform X.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari narasi pemerintahan Trump mengenai dampak operasi militer dan tekanan ekonomi AS terhadap Iran.
Trump Klaim AS Kuasai Kawasan Selat Hormuz
Trump juga mengatakan Amerika Serikat mempertahankan “kendali penuh” atas kawasan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.
Selat Hormuz memiliki arti penting bagi perdagangan energi global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Trump sebelumnya juga mengaitkan konflik dengan Iran dengan kondisi pelayaran melalui selat tersebut.
Washington dan Teheran sebenarnya sempat mencapai sebuah memorandum of understanding (MoU) pada Juni yang menyerukan penghentian permusuhan serta pemulihan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal diterapkan setelah kedua pihak berselisih mengenai mekanisme pelaksanaan dan masa depan navigasi di jalur strategis tersebut.
Sumber: TRTWorld